BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Kerjasama dengan Puskesmas di Demak

Dinkes Demak juga akan semakin gencar menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Kerjasama dengan Puskesmas di Demak
Tribun Jateng/hesty imaniar
Kepala Puskemas Sayung, dr Bumy Sanyoto (korpri) lakukan penandatanganan perjanjian kerjasama, mengenai Pusat Pelayanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Semarang Majapahit, disaksikan oleh Kepala Kantor Cabang Semarang Majapahit, Yosef Rizal (batik hijau) dan juga Kasi Pelayanan BKK Demak, Dian Ari Arisanti (korpri) di Hotel Amantis, Demak, Senin (18/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK -  Setidaknya 27 puskesmas se-Kabupaten Demak melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama, mengenai Pusat Pelayanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Semarang Majapahit, pada Senin (18/12/2017) di Hotel Amantis, Demak.

Kepala Kantor Cabang Semarang Majapahit, Yosef Rizal yang datang langsung ke Demak, mengatakan, acara tersebut dilakukan agar para petugas kesehatan di Demak, khususnya puskesmas yang ada di 14 kecamatan itu bisa memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Jika ada kejadian kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia maka para petugas puskesmas ini bisa mengambil tindakan pelayanan yang tepat untuk diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ada di Demak ini," katanya usai acara.

Setidaknya saat ini di Kabupaten Demak ada kurang lebih 47.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan dan 1.607 peserta Non PNS yang juga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, lanjut Yosef, kerjasama dengan seluruh puskesmas di Demak ini, merupakan langkah untuk bisa mengambil pelayanan yang cepat bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Agar pelayanan yang diberikan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan ini bisa lebih cepat, karena melihat angka peserta yang banyak di Demak ini, maka kami pun melakukan kerjasama dengan rumah sakit, klinik kesehatan, dan juga puskesmas di Demak untuk hal meningkatkan pelayanan, dan kali ini dengan seluruh puskesmas yang ada di Demak, karena kerjasama dengan klinik dan rumah sakit yang ada di Demak sudah kami lakukan," bebernya.

Jika melihat sistem pelayanan kesehatan, khususnya untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ada di Demak, disebutkan Yosef sudah cukup baik, oleh karena itu, dengan adanya kerjasama ini pelayanan kesehatan di Demak semakin baik, termasuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan tidak harus mengeluarkan uang terlebih dulu.

"Kalau selama ini kan klaim dulu, bayar dulu, nah dengan adanya kerjasama ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapat pelayanan secepatnya tanpa harus mengeluarkan uang terlebih dulu, dimana mereka hanya bisa menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan miliknya, karena sekali lagi biaya pengobatan dan perawatan kami ini jumlahnya unlimited, selama peserta tersebut memang mengalami kecelakaan kerja," jelasnya.

Selain itu, Yosef juga menjelaskan bahwa, harga obat serta perawatan yang ada di Demak akan disesuaikan dengan aturan yang ada di Kabupaten tersebut. Meski begitu, Yosef menyebut, masih banyak masyarakat di Demak yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, padahal manfaatnya, lanjutnya, sangat banyak, tidak hanya perawatan serta pengobatan saja.

"Ada klaim kasus kami pun juga ada, contohnya di Rumah Sakit Sultan Agung, dimana kami bisa memberikan total dana perawatan sampai dengan upah sampai dengan Rp 500 juta, tapi korban ini ternyata bukan merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga ya sangat dirugikan, nah harusnya bagi masyarakat yang ada di Demak yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pun, harus secepatnya diurus, karena kami juga terus meningkatkan pelayanan kami," katanya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved