Kabupaten Pekalongan Jadi Penopang Lumbung Padi di Jateng
Kabupaten Pekalongan Jadi Penopang Lumbung Padi di Jateng. Kebutuhan padi di Pekalongan mencapai 10 ribu ton pertahun.
Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
Laporan wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Target pemerintah Indonesia terkait stok padi tahun 2018 sebanyak 92 juta ton.
Hal tersebut dikatakan Setyanto Dirjen Sayuran Tanaman dan Obat Kementrian Pertanian RI dalam panen raya di Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
"Kabupaten Pekalongan menjadi satu diantara sentral lumbung padi di Jateng, karena pada tahun 2017 Kabupaten Pekalongan menyumbang sekitar 20 ribu ton padi," ujarnya, Rabu (20/12/2017).
Pihaknya menuturkan kebutuhan padi di Pekalongan dan Kabupaten mencapai 10 ribu ton pertahun.
"Masih ada separuh stok padi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan, dan hal tersebut menjadikan Kabupaten Pekalongan surplus beras, hingga separuhnya dan dikirim ke beberapa kota di luar Pekalongan," paparnya.
Surplus padi tersebut dikarenakan teknologi yang dipakai oleh petani di Kabupaten Pekalongan merupakan teknologi modern.
"Teknologi modern yang dipakai petani menjadikan produksi padi meningkat sekitar 20 persen setiap tahunya, hal ini membuat kuwalitas panen semakin baik," katanya.
Terkait harga beras yang masih mahal Setyanto menerangkan, hal tersebut dikarenakan musim hujan dan ongkos pengeringan.
"Karena musim hujan dan ongkos produksi semakin mahal, karena biaya produksi mahal terutama saat pengeringan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/panen-raya-padi-di-pekalongan_20171220_173303.jpg)