Bupati Kudus Berhasil Bawa UMKM Melejit

Bambang mengungkapkan, perhatian terhadap UMKM juga semakin nyata oleh Bupati Kudus Musthofa.

Bupati Kudus Berhasil Bawa UMKM Melejit
TRIBUN JATENG/M SYOFRI
Pekerja membuat kerajinan bordir di Desa Pedurenan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, baru-baru ini. Saat ini jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kretek ini mencapai 13.750 unit. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disnakerpeinkop UMKM) Kudus, Bambang TW, menyatakan bila saat ini UMKM di Kudus berjumlah 13.750.

“Dari yang semula hanya 12 ribuan UMKM. Tapi kemudahan atas program yang dicanangkan oleh Bupati ternyata berhasil menaikkan jumlah UMKM di Kudus. Itu bisa menjadi tolok ukur keberhasilan ekonomi berbasis kerakyatan,” kata Bambang TW, baru-baru ini.

Bambang menceritakan bila dirinya tak pernah lelah menekankan kepada pelaku usaha agar produk-produk UMKM di Kudus harus menarik.

Oleh karena itu, Bambang beberapa kali telah mengadakan pelatihan tentang pengemasan produk dengan tujuan supaya produk-produk UMKM Kudus lebih menarik di pasaran sehingga mampu meningkatkan daya jual.

Latihan pengemasan produk tersebut, menurut Bambang, merupakan satu di antaranya beberapa upaya nyata yang dilakukan Pemkab Kudus untuk mendorong menggeliatnya para pelaku UMKM.

"Kami juga mengadakan melalui program pendamping wira usaha (PWU). Yakni dampingan oleh tim dari Disnakerperinkop UMKM kepada pelaku usaha baru yang sebelumnya mengikuti pelatihan di balai latihan kerja (BLK) Kudus," terangnya.

Bambang mengungkapkan, perhatian terhadap UMKM juga semakin nyata oleh Bupati Kudus Musthofa.

Pembangunan Trade Center di area Terminal Induk Jati merupakan satu bukti komitmen Musthofa atas kemajuan UMKM di Kota Kretek.

Bangunan seluas 2.180 meter persegi tersebut diperuntukkan penjualan produk UMKM Kudus. Jika sesuai dengan rencana, pembangunan gedung Trade Center akan selesai pada akhir Desember 2017 nanti.

"Berdasarkan arahan dari Pak Musthofa, UMKM yang ada di Kudus harus mampu bersaing di pasaran dan juga menarik. Arahan dari beliau (Musthofa, RED) agar UMKM diperhatikan secara serius,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pelaku UMKM, Ummu Asiyati mengatakan, beberapa program dari Pemkab Kudus dinilainya sangat bermanfaat dan sangat dirasakan olehnya.

Ummu sering digandeng oleh lembaga teknis yakni Dinas Disnakerperinkop UMKM untuk diajak mengenalkan produknya ke berbagai daerah.

“Sudah sering diajak sama Pemkab untuk pameran produk ke berbagai daerah bahkan sampai luar Jawa,” katanya.

Selain itu, Ummu juga merasakan mudahnya sistem administrasi permodalan bagi pelaku UMKM.

“Permodalan Pemkab bekerja sama dengan perbankan mudah prosesnya,” tambah Ummu.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved