Breaking News:

Penghayat Kepercayaan di Solo Gelar Kirab dan Syukuran Keputusan MK

Upacara spiritual ini bisa memperkuat spiritualitas kebangsaan, adat serta kebudayaan bangsa Indonesia.

TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Sejumlah penghayat kepercayaan gelar kirab menyambut Zaman Pencerahan di Monumen Kebangkitan Nasional, Laweyan, Solo, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemukulan kentongan menjadi awal peringatan Hari Ibu di Monumen Kebangkitan Nasional, Laweyan, Solo, Kamis (21/12/2017).

Pemukulan sejumlah kentongan di monumen itu juga menjadi awal penyambutan Zaman Pencerahan (Zaman Kalamukti).

Dilangsungkan saat cuaca hangat dan cerah, upacara itu berlangsung dengan begitu khidmat.

Diiringi berbagai tembang Jawa, para peserta melakukan kirab, mengitari Monumen Kebangkitan Nasional satu putaran penuh.

Setelah kirab usai, pemotongan tumpeng pun dilakukan sebagai tanda ucapan syukur.

Seorang peserta kirab, Imanda (25) menjelaskan, upacara yang diselenggarakan oleh Paguyuban Putra Ibu Pertiwi (PPIP) itu menjadi bentuk ucapan syukur terhadap Pemerintahan Pusat.

"Ini lantaran Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuat keputusan bahwa penghayat kepercayaan dapat mencantumkan kepercayaannya dalam kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK)," jelasnya.

Baca: Pemkot Solo Tanggung Biaya Rumah Sakit Korban Keracunan Makanan Posyandu

Imanda berharap, upacara spiritual ini bisa memperkuat spiritualitas kebangsaan, adat serta kebudayaan bangsa Indonesia.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved