Breaking News:

Penghayat Kepercayaan di Solo Gelar Kirab dan Syukuran Keputusan MK

Upacara spiritual ini bisa memperkuat spiritualitas kebangsaan, adat serta kebudayaan bangsa Indonesia.

TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Sejumlah penghayat kepercayaan gelar kirab menyambut Zaman Pencerahan di Monumen Kebangkitan Nasional, Laweyan, Solo, Kamis (21/12/2017). 

"Kebangkitan penghayat kepercayaan ini nantinya menjadi kebangkitan bangsa Indonesia juga. Tugas kita hanya satu yaitu menggali nilai-nilai kebangsaan kita, dan menjadi penangkal radikalisme," ucapnya.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Umum PPIP, Gress Raja menuturkan acara tersebut telah dilakukan sejak 2008 silam.

"Kami melakukan upacara spiritual Penutupan Zaman Edan (Kalabendu) dari tahun 2008. Pada 2008 kami lakukan tengah malam. Perhitungannya, satu tahun itu sama dengan satu jam. Dan ini adalah peringatan jam 9 Zaman Kalamukti atau Zaman Pencerahan," ungkapnya.

Zaman Edan, kata Gress, merupakan zaman di mana masyarakat kurang menghargai dan mempelajari budayanya sendiri.

Dirinya berharap, dengan ditutupnya zaman edan dan diganti dengan zaman kalamukti, dapat tumbuh penghargaan yang tinggi terhadap budaya spiritual bangsa Indonesia.

"Secara psikologis, spiritual kita tutup dan kita bawakan mantra baru, zaman pencerahan. Kalau ada orang yang masih merasa zaman edan, berarti orang itu sudah ketinggalan zaman. Jadi semoga saat di zaman kalamukti ini, masyarakat bisa semakin paham dan mau mempelajari budayanya sendiri," papar Gress.

Dirinya menilai, zaman kalamukti dimulai dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni pada tahun 2014.

Di masa tersebut, kata Gress, menjadi terbitnya Sang Fajar Jaman Baru lantaran dari perhitungan menunjukkan tepat pada pukul 6 pagi.

"Jadi kita bersyukur, di tahun 2017 mendapat penghargaan dari MK, itu inti dari acara itu. Sekaligus kita ingin mengangkat ibu kita semua, tempat dimana dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu pertiwi. Kalau secara spritual, jam 9 ini betul memang jam kerja, dan berharap Pemerintahan Jokowi terus bekerja sampai jam 4, bekerja 1 hari penuh, yakni pada 2024," pungkas Gress.(*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved