Kabar Pahlawan Devisa

KRONOLOGI 152 Siswi SMK di Kendal Dipekerjakan di Malaysia Tidak Sesuai Perjanjian

Sebanyak 152 Siswi SMK di Kendal diduga jadi korban perdagangan manusia di Malaysia.

KRONOLOGI 152 Siswi SMK di Kendal Dipekerjakan di Malaysia Tidak Sesuai Perjanjian
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik dari Badan Reserse Kriminal Khusus Mabes Polri memeriksa salah satu ruangan penampungan TKI ilegal di Jakamulya, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017). Petugas berhasil mengamankan sejumlah dokumen pengiriman TKI dengan modus visa umroh, visa ziarah dan visa cleaning service. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL- Sebanyak 152 Siswi SMK di Kendal diduga jadi korban perdagangan manusia di Malaysia.

Hal tersebut langsung dikonfirmasi Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang, Suparjo.

Suparjo mengatakan kejadian tersebut telah diungkap pada bulan April yang lalu dan kembali mencuat setelah Bareskrim Polri mengadakan jumpa pers pada Kamis (21/12).

Penyidik dari Badan Reserse Kriminal Khusus Mabes Polri memeriksa dokumen di salah satu ruangan penampungan TKI ilegal di Jakamulya, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017). Petugas berhasil mengamankan sejumlah dokumen pengiriman TKI dengan modus visa umroh, visa ziarah dan visa cleaning service. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik dari Badan Reserse Kriminal Khusus Mabes Polri memeriksa dokumen di salah satu ruangan penampungan TKI ilegal di Jakamulya, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017). Petugas berhasil mengamankan sejumlah dokumen pengiriman TKI dengan modus visa umroh, visa ziarah dan visa cleaning service. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia mengatakan 152 orang tersebut hendak bekerja sebagai TKI di Malaysia. Mereka berangkat melalui PJTKI yang bernama PT Sofia Sukses Sejati dengan prosedur pemberangkatan TKI yang resmi. Dokumen yang dilampirkan untuk bekerja di Malaysia juga lengkap.

Baca: Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan 152 Pelajar SMK dari Kendal ke Malaysia

Suparjo juga menjelaskan seluruh orang tersebut telah berangkat pada pertengahan tahun 2016 lalu. Setelah tiba di Malaysia mereka tidak dipekerjakan di tempat yang sesuai dengan mereka lamar.

"Yang berbeda itu adalah PK (Perjanjian Kerja) nya. Mereka seharusnya ditempatkan di perusahaan A namun diperkejakan ke tempat yang lain," terangnya

Selanjutnya ada TKI yang melaporkan ke pihak berwajib Malaysia mengenai pelanggaran perjanjian kerja yang dilakukan oleh PJTKI tersebut.

Sehingga ke semua orang tersebut dipulangkan pada bulan Mei tahun 2017.

Halaman
12
Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved