Breaking News:

Pilkada Serentak di Jateng

Rekomendasi PDIP untuk Bakal Calon Bupati Kudus sudah Turun

“Selama ini memang sudah ada keputusan hasil rapat koordinasi tapi belum pada saatnya untuk diumumkan,”

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
Musthofa Bupati Kudus dua periode 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Rekomendasi untuk bakal calon bupati maupun wakil bupati Kudus dari PDIP dipastikan sudah turun. Namun sampai saat ini DPC PDIP Kudus masih enggan untuk mengumumkan kepada publik.

“Selama ini memang sudah ada keputusan hasil rapat koordinasi tapi belum pada saatnya untuk diumumkan,” kata Musthofa Ketua DPC PDIP Kudus, Jumat (22/12/2017).

Musthofa yang juga sebagai Bupati Kudus dua periode itu menjelaskan, bahwa keputusan rekomendasi dari DPP PDIP telah dikantongi. Keputusan tersebut telah menunjuk Bacabup maupun Bacawabup untuk bertarung pada Pilbup Kudus 2018 mendatang.

“Baik Bupati maupun wakil sudah satu paket,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil keputusan rekomendasi yang dikeluarkan menunjuk kader yang ada di dalam struktural partai yang bakal dicalonkan.

Diketahui dalam fit and proper test bakal calon yang digelar oleh DPD PDIP Jawa Tengah pada Senin (11/12/2017) lalu dari Kudus ada tiga bakal calon yang ikut serta, yakni Masan dan Sumiyatun sebagai bakal calon bupati. Selain itu Noor Yasin yang merupakan kandidat bakal calon wakil bupati.

“Yang pasti dari kami belum saatnya untuk diumumkan,” jelasnya.

Syarat maju sebagai calon bupati Kudus dari jalur partai harus diusung minimal 20 persen kekuatan legislatif atau 9 kursi. Dalam hal ini PDIP sudah bisa mengajukan caloin tanpa harus menggalang keuatan dari partai lain.

Namun Musthofa masih akan tetap melakukan komunikasi politik terhadap partai lain. Pasalnya, pemenangan dalam Pilkada tidak bisa dilakukan hanya dengan satu partai politik saja. Harus ada kekuatan partai lain. Apalagi, katanya, partainya yang notabene berieologi marhaen atau nasionalis akan menggaet kekuatan dari partai yang memiliki ideologi agama.

“Membangun daerah tidak bisa single fighter. Harus bersama-sama, ya. Sehingga semuanya bisa berjlana baik. Apalagi kita ingin menjalin koalisi nasionalis religius,” kata dia.

Dalam praktiknya nanti, imbuhnya, semakin gemuk koalisi yang terbangun akan semakin baik. Karena dengan adanya partai yang ikut koalisi dengan PDIP akan semakin mudah untuk meraih kemenangan dalam kontestasi demokrasi lima tahunan.

“Saya rasa semakin banyak semakin baik. karena untuk pemenangan tidak bisa sendirian, to. Kita juga tidak boleh sombong apapun partai kita harus bersama-sama,” tandas Musthofa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved