PSIS Semarang
Subangkit Puji Penampilan Hapit Ibrahim Eks Gelandang Bertahan Sriwijaya FC
Pemain yang sebelumnya memperkuat Sriwijaya FC, Hapit Ibrahim menjalani trial perdananya bersama PSIS Semarang, Sabtu (23/12)
Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemain yang sebelumnya memperkuat Sriwijaya FC, Hapit Ibrahim menjalani trial perdananya bersama PSIS Semarang, Sabtu (23/12). Mengenakan rompi biru nomor delapan, Hapit menjadi jenderal lapangan tengah saat sesi pertandingan internal.
Dalam laga dua kali 15 menit yang digelar di Lapangan Terang Bangsa, Marina, Semarang tersebut ia tampil apik.
Akurasi umpan lambung pemain berusia 24 tahun itut bisa dikatakan 90 persen tepat sasaran. Ia juga terlihat pandai mengatur ritme, kapan men-delay, mengalirkan bola ke sayap-sayap, melakukan pressing, hampir dilakukan dengan sempurna.
Beberapa kali tackel-nya juga tampak bersih. Dengan potongan rambut yang sedikit gondrong, penampilan Hapit mengingatkan pecinta sepak bola dengan sosok gelandang PSM Makassar, Syamsul Bachri.
=======================================
* Sabtu (24/12) Hapit Ibrahim, gelandang bertahan yang sebelumnya memperkuat Sriwijaya FC, ,menjalani latihan pertana bersama PSIS Semarang.
* Hapit, yang penampilannya mendapat pujian dari pelatih PSIS Subangkit, mengaku sudah lama ingin bergabung tim berjuluk Mahesa Jenar ini.
* Kepastiam Hapit bergabung PSIS, kata General Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto, masih menunggu rekomensasi dari pelatih dulu.
=======================================
Ditemui seusai berlatih, Hapit mengungkapkan niatnya untuk bermain bersama Mahesa Jenar sebenarnya sudah membuncah sejak musim lalu.
"Saya pengen ke sini (PSIS) sudah lama sebenarnya, dari waktu tim ini masih berlaga di Liga 2 musim lalu. Hanya saja saat itu manajemen Sriwijaya belum boleh," terang pemain kelahiran Jakarta 12 Mei 1993 tersebut.
Alasannya untuk berseragam biru tidak lain adalah faktor kedekatannya dengan pelatih Subangkit, yang juga sudah menukangi PSIS sejak musim lalu.
"Setelah PSIS promosi ke Liga 1 justru manajemen membolehkan, meski dari manajemen statusnya pinjaman," terang pemain yang dominan menggunakan kaki kanan tersebut.
Hari pertama berlatih dengan PSIS ia mengaku tidak banyak kendala. Menurutnya suasana latihan, hingga kerjasama rekan setim tidak jauh berbeda dengan suasana di Sriwijaya.
"Hanya saja kalau dengan pemain mungkin masih perlu adaptasi beberapa hari ke depan, namun kalau dengan pelatih saya sudah cukup paham dengan apa yang diinginkan," tandasnya.
Penampilan Hapit dalam sesi latihan pagi itu juga mendapat pujian dari pelatih PSIS Semarang, Subangkit. Juru taktik itu menyatakan permainan Hapit sudah lebih berkembang daripada saat ia melatih pemain berusai 24 tahun itu sebelumnya.
"Saya tidak kaget karena memang Hapit in di Sriwijaya berlatih dengan tim inti yang bermain di Liga 1 sehingga dia juga banyak belajar dari para seniornya di sana," beber Subangkit.
Ia menilai, karakter pemain yang berposisi gelandang bertahan tersebut semakin kuat. Dalam pandangannya eks anak didiknya di Palembang tersebut mampu mengatur ritme permainan dan juga bisa membantu lini serang dengan akurasi tendangannya.
Hanya saja, posisi gelandang bertahan di PSIS sebelumnya juga ditempati Ruud Gullit. Pemain tersebut musim lalu juga sering kali menjadi starter di PSIS.
"Saya nggak menjamin juga Hapit akan lebih sering bermain, kalau tidak bekerja keras dan kalah bersaing ya tetap saja, yang paling siap nanti yang akan dimainkan sejak menit pertama," tandasnya. (tribunjateng/cetak/val)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hapit-ibrahim_20171223_130614.jpg)