Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jalan Kabupaten di Desa Cihonje Banyumas Putus, BPBD dan Relawan Buat Jalan Darurat

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas serta berbagai unsur organisasi relawan lain berhasil membangun jalan darurat

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas serta berbagai unsur organisasi relawan lain berhasil membangun jalan darurat 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANYUMAS- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas serta berbagai unsur organisasi relawan lain berhasil membangun jalan darurat di jalan kabupaten desa Cihonje, Gumelar Banyumas.

Jalan yang menghubungkan Desa Cihonje dan Kedungurang Gumelar itu terputus karena longsor sepanjang sekitar 50 meter beberapa waktu lalu.

Jalan itu pertama kali tertimbun longsor pada Minggu (17/12) lalu. Saat itu, beberapa titik jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan desa di desa Cihonje mengalami longsor hingga terputus.

Pada saat bersamaan, di beberapa titik lain di dusun Ciwaras Desa Cihonje, belasan rumah rusak hingga beberapa di antaranya rata dengan tanah atau roboh karena tertimbun longsor.

Usai kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas sempat mengirimkan alat berat di dusun Ciwaras untuk membantu membersihkan material longsor.

Prioritas pembersihan adalah jalan akses yang tertimbun longsor, termasuk di titik jalan penghubung Desa Cihonje dan Kedungwurang yang sempat tertimbun material longsor.

Namun belum sampai alat berat itu dikirim ke lokasi, esok harinya, Senin (18/12), jalan itu kembali longsor hingga nyaris seluruh badan jalan sepanjang 50 meter lenyap.

"Tadinya baru retak-retak. Alat berat disiapkan untuk bersihkan material di jalan. Namun setelah dicek, jalan sudah hilang,"kata Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD Banyumas Kusworo, Senin (25/12)

Sebuah batu jumbo seukuran bak truk dump yang menggelinding ke jalan karena longsor menutupi sebagian badan jalan. Alat berat yang ada tidak mampu memindahkan batu itu karena terlalu besar.

Akibat terputusnya akses jalan itu, mobilitas warga di beberapa desa terhambat. Aktivitas perekonomian warga turut terganggu. Jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Lumbir serta kecamatan lain. Pun tidak ada jalan alternatif lain yang dekat.

Satu-satunya jalan alternatif harus memutar melalui Desa Samudra yang berbatasan dengan Kabupaten Brebes dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lebih jauh.

Karena pentingnya akses itu bagi warga, BPBD bersama relawan dan warga bahu membahu membuat jalan darurat di area jalan yang terputus. Mereka menyambung jalan putus dengan batang pohon yang disusun menyerupai jembatan. Jalan itu kemudian dipadatkan dengan tanah dan batu yang digali dari tebing sekitar.

Meski telah tersambung, jalan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan penuh hati-hati.

"Ini hanya jalan darurat, hanya bisa dilalui sepeda motor, itu pun harus sangat hati-hati,"katanya

Di Dusun Ciwaras, dua Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rata dengan tanah akibar tertimpa longsor di Rt 3 Rw 3 hingga sekarang masih mengungsi karena tak punya tempat tinggal.

Menurut Kusworo, pihaknya telah mengupayakan untuk membuatkan hunian sementara bagi dua KK itu dengan menggandeng donatur. Tinggal di hunian sementara dinilainya akan lebih bisa memberikan kenyamanan bagi korban karena tak lagi menumpang di rumah orang.

"Beberapa hari ini cuaca cerah, semoga ini pertanda bagus sehingga tanah kembali rapat, tidak lagi bergerak,"katanya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved