Dua Hari Ini Stok Jeruk di Ungaran Kosong

harga buah tengah naik karena stok barang sedang kosong. Kekosongan stok sudah terjadi dua hari terakhir.

Dua Hari Ini Stok Jeruk di Ungaran Kosong
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZIQANA
Murni (59) membungkuskan buah untuk pembelinya di Pasar Bandarjo pada Selasa (26/12/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Aska (54) membeli sebuah semangka seberat lebih dari empat kilogram. Ia sudah menawar pada si pedagang, namun nominal yang ia bayarkan tetap sebesar Rp 25.000.

"Dua puluh (ribu rupiah) lah," rayu Aska pada si pedagang, Selasa (26/12) siang.

Si pedagang menggeleng dan mengatakan harga buah sedang mahal.

"Sedang kosong semua ini," jawab si pedagang sembari menyerahkan kantung plastik.

Aska pun menyerahkan uang sebesar Rp 25.000.

Murni (59) si pedagang buah di Pasar Bandarjo siang itu menuturkan pada Tribun Jateng bahwa harga buah tengah naik karena stok barang sedang kosong. Kekosongan stok sudah terjadi dua hari terakhir.

"Liburan panjang, petani nggak petik buah, pada pergi melancong," ujar Murni ketika ditanya apa penyebab harga buah yang mahal.

Harga buah yang mengalami kenaikan ialah melon yang biasanya per kilogram Rp 8.000, dua hari ini menjadi Rp 10.000. Mangga pun mengalami kenaikan dari harga Rp 8.000 per kilogram, menjadi Rp 10.000 per kilogram.

Kenaikan yang paling signifikan pada buah naga yang biasanya Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 15.000.

"Jeruk kemarin dan hari ini kosong," ujar Murni menginformasikan stok jeruk di lapak dagangannya yang sudah dua hari kosong.

Meskipun terdapat kenaikan, sejumlah buah seperti semangka masih stabil di harga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, apel berada di angka Rp 12.000-Rp 15.000 per kilogram, nanas masih tetap seharga Rp 6.000 perbiji.

Kenaikan harga tak hanya pada buah-buahan. Munawaroh (50) pedagang sayur di Pasar Bandarjo juga mengeluhkan kenaikan harga sejumlah sayuran.

Seikat kangkung yang biasanya Rp 2.000 menjadi Rp 4.000, seikat bayam yang biasanya Rp 4.000-Rp 6.000 menjadi Rp 7.000-Rp 8.000, kentang yang biasanya Rp 13.000-Rp 14.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, seikat kacang panjang yang biasanya Rp 6.000 menjadi Rp 8.000, cabai merah biasanya Rp 25.000 menjadi Rp 30.000, cabai rawit merah atau cabai setan dari harga Rp 25.000-Rp 30.000 menjadi Rp 40.000, dan tomat yang biasanya Rp 10.000 menjadi Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram.

"Mungkin karena sedang musim hujan, sayuran susah, jadi harga naik," ujar Munawaroh.
Selain harga yang naik, sejumlah sayuran masih stabil, seperti kol yang berada di angka Rp 5.000 per kilogram dan kecambah di angka Rp 12.000 per kilogram. Jagung justru turun harga dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.000 per kilogram.

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved