Liputan Khusus

Jateng Siapkan Destinasi Unggulan untuk Asia Tenggara

Jateng Siapkan Destinasi Unggulan untuk Asia Tenggara. Alamsyah sebut ada tiga jenis wisata yang disiapkan yaitu

Jateng Siapkan Destinasi Unggulan untuk Asia Tenggara
Tribun Jateng/A Prianggoro
Wisatawan berfoto di objek wisata gardu pandang di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menyiapkan daftar wisata unggulan untuk pasar Asia Tenggara. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinporapar Jateng, Alamsyah pada Tribun Jateng. Ia mengatakan sudah mengantongi beberapa nama wisata unggulan di Jateng.

Ia menyebut ada tiga jenis wisata yang disiapkan yaitu wisata alam, budaya, dan buatan. Tidak sekadar menyusun, pihaknya juga menyiapkan punya dasar kuat untuk merinci daftar tempat wisata tersebut.

“Diharapkan nantinya ada paket-paket wisata ke destinasi-destinasi terpilih untuk ditawarkan kepada wisman khususnya kawasan ASEAN,” ujarnya belum lama ini.

Ia mengatakan Jawa Tengah memiliki banyak potensi wisata yang bisa diunggulkan di tingkat Asia Tenggara. Selama ini wisatawan Asia Tenggara  masih dominan ke Kepulauan Riau atau Kepri terutama Batam dan Bintan. Kemudian ke Bali dan Bandung.

Alamsyah ingin membuktikan bahwa selain Candi Borobudur, Jateng punya destinasi lain. Ia bahkan percaya bahwa tiap kabupaten/kota di Jateng punya potensi unggulan. Namun hanya kurang dari sisi kemasan hingga pemasaran.

Ia menuturkan untuk memasarkan sebuah tempat wisata perlu story telling yang menarik. Sehingga para wisatawan penasaran dan ketika sampai ingin kembali lagi. Tidak sekadar promosi membuat deskripsi tentang tempat wisata.

"Para wisman harus mempunyai pengalaman nyata di tempat wisata yang mereka datangi, dan ada keterikatan. Karena itu budaya lokal perlu dipoles juga," ujarnya.

Hal mendasar yang perlu digarap para pelaku wisata di Jawa Tengah tentunya karakteristik dan ciri khas harus berbeda dengan tempat lain. Kemudian perlu ada kemudahaan sarana dan prasaran baik akses jalan maupun transportasi ke tempat tujuan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah Jateng, Joko Suratno mengatakan akhir tahun jadi berkah bagi para pengusaha di bidang wisata. Ia mencatat, okupansi seluruh hotel di beberapa kota besar mulai dari Kota Semarang, Kota Solo hingga Purwokerto meningkat drastis.

"Peningkatannya lebih dari 50 persen hingga akhir tahun, bahkan ada yang okupansinya mendekati 100 persen," katanya pada Tribun Jateng, Senin (25/12).

Ia mengatakan, peningkatan tersebut sebanding dengan usaha biro tur dan travel di Jawa Tengah. Tempat wisata di Jateng tidak hanya didominasi oleh wisatawan domestik dari dalam daerah. Banyak wisatawan dari luar Jateng yang menghabiskan waktunya berlibur di area Jateng.

Joko menyatakan, liburan akhir tahun 2017 kali ini didominasi oleh keluarga. Ia memprediksi hal itu karena bertepatan dengan liburan sekolah dan libur akhir pekan. "Yang jelas antusias warga untuk liburan akhir tahun in sangat tinggi," jelasnya.

Adapun beberapa hal yang bakal mengganggu momen liburan antara lain cuaca. Memasuki musim hujan, beberapa tempat wisata alam terkena imbasnya. Namun, hal itu hanya berpengaruh sedikit pada kunjungan wisata karena banyaknya tempat wisata di Jawa Tengah.

Namun, ada pola wisata yang beda pada tahun ini yaitu banyak generasi muda yang lebih suka wisata sendiri. Ada beberapa wisatawan yang memilih berwisata mengandalkan berbagai aplikasi semisal traveloka dan sebagainya.

"Trennya sekarang memang seperti itu, mereka bisa cari informasi di internet hingga menentukan destinasi sendiri," ujarnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved