Sekda Kota Semarang: 42 Persen ASN Pemkot Semarang Duduki Posisi tak Sesuai Latar Pendidikan

Adi Tri Hananto mengatakan, dari seluruh pegawai ASN di Pemkot Semarang, hanya 58 persen yang bekerja sesuai latar pendidikan.

Sekda Kota Semarang: 42 Persen ASN Pemkot Semarang Duduki Posisi tak Sesuai Latar Pendidikan
ISTIMEWA
Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dari unsur aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja dan menempati posisi tidak sesuai latar belakang pendidikan, terbilang cukup banyak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, dari seluruh pegawai ASN di Pemkot Semarang, hanya 58 persen yang bekerja sesuai latar pendidikan.

"Selebihnya yaitu 42 persen belum sesuai dengan pendidikannya," katanya saat memberikan pengarahan dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 37 ASN di ruang komisi Lantai VIII Gedung Moch Ikhsan Komplek Balai Kota Semarang, Kamis (28/12/2017).

Adi tidak menyebutkan berapa jumlah pegawai Pemkot dari kalangan ASN maupun non-ASN atau tenaga kontrak.

Namun, dari seluruh tenaga kontrak yabg ada, terbanyak berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Adi menambahkan, dari 58 persen ASN yang bekerja sesuai latar pendidikan, 60 persen diantaranya merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini.

"Makanya, ini perlu kami benahi. Sehingga ke depan para pegawai baik struktural maupun fungsional ini bisa nyaman menjalankan tugasnya. Dampaknya roda pemerintahan berjalan baik," ucapnya.

Dari sisi jumlah, Adi menyebutkan, kebutuhan pegawai di Pemkot Semarang terbilang kurang. Karena itu, dilakukan penambahan pegawai melalui jalur tenaga kontrak atau non-ASN tersebut.

Hanya saja, penambahan tenaga kontrak yang bukan didasarkan pada kebutuhan kerja membuat banyak pegawai non-ASN yang menempati posisi yang tidak sesuai latar belakang pendidikan.

"Harusnya ada pekerjaan dulu baru mencari tenaga kontrak sesuai yang dibutuhkan. Lha ini terbalik, ada pegawai kontrak dulu baru dicarikan pekerjaannya. Makanya banyak yang bekerja tidak sesuai latar belakang pendidikan," paparnya.

Terkait pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang, Bambang Sungkono menyampaikan, terdapat 37 ASN yang terdiri 16 pegawai negeri sipil kenaikan pangkat dan 21 PNS kenaikan jabatan fungsional.

Sebelumnya, seluruh PNS yang dilantik sudah menempati posisinya sebagaimana tercantum dalam SK. Karena belum dilantik, maka dilakukanlah pelantikan tersebut.

"Seiring dengan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, maka diikuti dengan kenaikan hak tunjangan yang diberikan per bulannya," katanya.

Bambang berpesan, agar seluruh PNS yang menerima kenaikan, agar bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Sehingga, keberadaan mereka bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Semarang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved