Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unnes Dorong Kampung Malon Gunungpati Jadi Sentra Industri Batik

Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ingin Kampung Malon Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berkembang.

Penulis: deni setiawan | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Kampung Malon Sentra Batik 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ingin Kampung Malon Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berkembang.

Kampung Malon dirintis menjadi Kampung Batik.

Hal ini menjadi bagian dari pewujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi,

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Totok Sumaryanto melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, tak sekadar mendorong, tetapi juga telah dilakukan pihaknya yang juga dibantu PT Indonesia Power dan Pemkot Semarang melalui pelaksanaan pendampingan serta pelatihan yang telah dilaksanakan sejak Oktober 2017 lalu.

“Pada pertengahan Desember 2017 ini, kami sudah berhasil melatih sekitar 20 pengrajin batik di Kampung Malon itu. Tidak sampai di situ saja. Kami juga akan terus lakukan pendampingan termasuk dalam kegiatan pemasarannya ke luar. Kami ingin dorong mereka untuk jadikan kampong tersebut sebagai sentral industri batik,” kata Totok.

Dari hal itu, lanjutnya, yang perlu ditekankan dan akan terus diingatkan terus yakni pada produk bati yang saat ini sedang coba dikembangkan itu.

Dia meminta dan berharap, puluhan pengrajin itu untuk tetap mengusung konsep natural, yakni melalui penggunaan pewarna alamiah yang ramah lingkungan.

“Secara umum, kami akan serta ingin kampong tersebut sebagai desa binaan. Di sana tak sekadar membuat, tetapi menjadi jujukan wisawatan untuk membeli produk-produk batiknya. Selain Batik Zie dan Batik Salma, di sini yang sedang berkembang juga ada Batik Citra, Batik Kristal, Batik Delima, serta Batik Manggis,” paparnya.

Kepala Pusat Kependudukan dan Lingkungan Hidup LP2M Unnes Nana Kariada menambahkan, produk batik yang menggunakan pewarna alami diyakini pihaknya bakal menjadi produk khas di Kampung Malon.

Penggunaan pewarna alamiah itu pun telah masuk ke dalam pelatihan serta pendampingan.

“Pewarna alamiah itu di antaranya ada tanaman bakau, tanaman berjenis indigofera, hingga dari bahan buah jelawe (Terminalia jewelica). Dalam kegiatan tersebut, kami juga membantu mereka beberapa perlengkapan membatik seperti meja, ender, kompor, hingga cap batiknya. Semoga cita-cita bersama itu bisa terwujud ke depannya,” ucap Nana.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved