Unjuk Rasa Menentang Pemerintah Iran Tewaskan 10 Orang

Situasi ekonomi yang memburuk di Iran diduga menjadi pemicu unjuk rasa dan gelombang anti pemerintah.

Unjuk Rasa Menentang Pemerintah Iran Tewaskan 10 Orang
reuters
Dalam unjuk rasa Minggu 31 Desember korban berjatuhan hingga 10 orang tewas dalam waktu satu malam, kata TV milik pemerintah Iran dikutip BBC (1/1/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN - Situasi ekonomi yang memburuk di Iran diduga menjadi pemicu unjuk rasa dan gelombang anti pemerintah.

Dalam unjuk rasa Minggu 31 Desember korban berjatuhan hingga 10 orang tewas dalam waktu satu malam, kata TV milik pemerintah Iran dikutip BBC (1/1/2018)

"Dalam peristiwa-peristiwa tadi malam, disayangkan total sekitar 10 orang tewas di beberapa kota," menurut stasiun TV tersebut.

Dengan demikian jumlah korban yang jatuh sejak unjuk rasa marak Kamis (28/12) lalu sudah mencapai 12 jiwa.

Presiden Hassan Rouhani pada hari Minggu dalam komentar pertamanya tentang protes yang menentang pemerintah itu memperingatkan bahwa kekerasan tidak akan ditolerir.

Bagaimanapun Presiden Rouhani menyadari adanya keluhan atas situasi ekonomi, kurangnya transparansi maupun korupsi sekaligus membela kebijakannya.

Rakyat, menurutnya, sepenuhnya bebas untuk mengungkapkan kritik atas pemerintah atau menggelar unjuk rasa tapi harus tetap kondusif. Pemerintah tidak akan mentolerir aksi kekerasan.

Namun protes berlanjut sepanjang malam dan polisi menggunakan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan unjuk rasa di Alun-alun Engheleb di ibu kota Teheran.

Unjuk rasa juga dilaporkan berlangsung di Kermanshah dan Khorramabad di sebelah barat Iran, Shahinshahr di barat daya, dan kota di Iran utara, Zanjan.

Berawal di kota terbesar kedua Iran, Mashhad, pada Kamis pekan lalu, unjuk rasa ini merupakan ungkapan penentangan atas pemerintah yang terbesar setelah protes untuk menentang hasil pemilihan presiden 2009 lalu, yang kemudian dibungkam dengan tindakan kekerasan aparat.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved