Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Desa di Kabupaten Semarang akan Dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa

Pada kesempatan tersebut ia akan melaksanakan program pengembangan pasar desa mengunakan dana desa.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
(urut dari kiri ke kanan) Pemberian tumpeng dari Bupati Semarang, Mundjirin kepada Prayitno Sudaryanto, penerimaan tumpeng oleh Yoseph Bambang Trihardjono dari Ngesti Nugraha pada Selasa (2/1) siang di Kantor Dispermades Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Pengembangan ekonomi berbasis masyarakat akan menjadi tugas baru bagi Yoseph Bambang Trihardjono selaku Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopumkmperindag) Kabupaten Semarang.

Saat serah terima jabatan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), ia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dispermades menyerahkan tanggung jawabnya kepada Prayitno Sudaryanto, Selasa (2/1/2018).

Menghadapi tantangan sebagai Kepala Diskopumkmperindag, ia berencana akan mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat sesuai dengan program Bupati Semarang, Mundjirin.

Pada kesempatan tersebut ia akan melaksanakan program pengembangan pasar desa mengunakan dana desa.

Tujuan dari pengembangan pasar desa ialah agar mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya berharap perekonomian masyarakat semakin dikembangkan dan ditingkatkan setelah terdapat program pengembangan pasar desa," terangnya pada Tribun Jateng.

Baca: Mundjirin Rotasi Sejumlah Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Semarang

Nantinya, pasar desa akan dikelola oleh badan usaha milik desa. Bagi desa yang tidak memiliki pasar, masih terdapat gudang desa.

Untuk mengembangkan perekonomian berbasis masyarakat, dirinya telah mempelajari tentang perda toko modern.

Terkait keberadaan toko modern dan regulasinya, pihaknya berharap toko modern tidak dimatikan namun dapat bersinergi dengan masyarakat.

Sinergi tersebut ialah toko modern bersedia memasarkan produk masyarakat.

"Toko modern diharapkan dapat membantu memasarkan produk masyarakat lokal," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved