IPW : Polisi Perlu Menyeragamkan Pengertian Geng Motor

Minggu lalu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji merilis penangkapan geng yang beranggotakan belasan pelajar

IPW : Polisi Perlu Menyeragamkan Pengertian Geng Motor
rival
Kompol Suwarna (berseragam) memberikan tanggapannya dalam Forum Turah Mikir Kamtibmas di Mr K Cafe, Rabu (3/1/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Statemen Kapolrestabes Semarang yang mempersilakan masyarakat menghakimi para pelaku begal yang membentuk kelompok geng pekan lalu menjadi bahasan dalam Forum Turah Mikir Kamtibmas, Rabu (3/1/2017) di Mr K Cafe.

Minggu lalu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji merilis penangkapan geng yang beranggotakan belasan pelajar yang menamakan diri sebagai Camp TT. Hampir semua usia camp tersebut berusia 17 tahun ke bawah.

Meski demikian mereka tidak segan membacok para korban mereka bahkan hingga membunuhnya. Karena beraksi bergerombol dengan kendaraan motor, sebagian menyebut mereka sebagai geng motor.

Dalam rilis kala itu, Abioso menegaskan, menghalalkan masyarakat untuk menghakimi para anggota geng jika memang mendapati mereka melakukan aksi pembegala. Statemen itulah yang menjadi bahasan dalam forum yang didatangi perwakilan MKKS, Kabag Humas Polrestabes, Ormas, hingga Indonesia Police Watch.

Untung Budiarso dari IPW Jateng menyatakan memang statemen kapolrestabes menimbulkan pro dan kontra. Meski demikian ia berpendapat jika kalimat tersebut diucapkan sebagai pengayom itu sudah pas untuk membuat orang-orang merasa aman keluar rumah.

"Meski demikian saya ingin memberikan masukan alangkah lebih baik pemahaman tentang geng motor tersebut diseragamkan terlebih dahulu," tegasnya

Menurutnya saat ini pemahaman geng motor belum seragam. "Apakah mereka yang melakukan tindakan kriminal dengan motor, atau yang kumpul-kumpul dengan motor, karena banyak yang kumpul2 dengan motor," bebernya.

Jika sudah seragam dan memiliki data kuat mana geng motor yang perlu diberantas ia berpendapat perlu dibentuk juga satgas geng motor. Tujuannya untuk membina komunitas motor dan menindak geng bermotor yang melakukan tindakan kriminal.

Terpisah, Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna menanggapi statemen Kapolres beberapa waktu lalu adalah lebih berupa shock therapy bagi pelaku kejahatan.

"Saya melihat kalimat itu akan memberikan efek kejut kepada kelompok serupa lainnya agar tidak melakukan hal yang sama, bukan semata menyuruh masyarakat main hakim sendiri," tandasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved