Breaking News:

Kemenag Solo Sebut Kantor Cabang Hannien Tour Belum Kantongi Izin

Ali menuturkan, untuk membuka kantor cabang di Solo harus mengantongi izin dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Tengah

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/akbar hari murti
Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Solo, Rosyid Ali Safitri. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasus biro jasa umrah PT Utsmaniyah Hannien Tour menemui babak baru.

Pasalnya, berdasar data yang dimiliki oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, kantor cabang Hannien Tour yang selama ini beroperasi di Solo ternyata malah belum mengantongi izin.

Begitu diungkapkan Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Solo, Rosyid Ali Safitri, Kamis (4/1/2018).

Ali menuturkan, untuk membuka kantor cabang di Solo harus mengantongi izin dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

"Izin untuk hal seperti ini tak cukup izin lisan saja, tetapi juga secara tertulis. Sementara Hannien Tour ini belum mengantongi izin," ujarnya.

Sementara, ia melanjutkan untuk pencabutan perizinan PT Utsmaniyah Hannien Tour saat ini masih diproses di kantor pusat.

Ia menilai selain permasalahan perizinan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yang dalam hal ini Mapolresta Solo terkait penyidikan kasus.

Selain itu, menurutnya Kemenag Solo akan mengonfirmasi para mantan karyawan Hannien Tour.
Hal tersebut dilakukan untuk mengorek keterangan mengenai biro jasa tersebut.

"Untuk pencabutan ini izin secara administrasi sudah dicabut. Nanti kami juga akan mencari mantan karyawan yang pernah bekerja di sana untuk mencari data," kata Ali.

Lebih jauh Ali juga mengatakan, selain laporan yang masuk ke Mapolresta Solo, saat ini banyak korban yang juga melaporkan kejadian ini ke Kemenag Solo.

Ia membeberkan hingga sekarang ini tercatat telah ada 59 laporan korban Hannien Tour yang masuk ke Kemenag Solo.

Selanjutnya, mereka diarahkan untuk membuat laporan ke Mapolresta agar bisa segera ditangani.
"Ada yang memilih enggan melaporkannya karena malu, tapi kami dorong terus untuk segera melapor" ujar Ali. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved