Urus Kolom Agama di E-KTP, Penghayat Kepercayaan dari Samin Datangi Disdukcapil Kudus

Kedatangan Budi Santoso tidak sendiri. Ia didampingi oleh Moh Rosyid, akademisi dari STAIN Kudus yang juga sebagai peneliti Samin.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Budi Santoso yang merupakan Sedulur Sikep Samin asal Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan saat mendatangi kantor Disdukcapil, Kamis (4/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pengisian kolom agama e-KTP penghayat kepercayaan masih terganjal.

Karena hingga kini, petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang menjadi dasar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih belum turun.

Bahkan, Budi Santoso, penganut penghayat kepercayaan Sedulur Sikep Samin asal Desa Larekrejo, Kecamatan Undaan mendatangi kantor Disdukcapil Kudus, Kamis (4/1/2018).

Kedatangannya untuk mengurus kolom agama yang tertetara di e-KTP. 

“Sebelumnya saya sudah punya KTP namun kolom agama masih kosong. Maka berdasar keputusan MK saya datang untuk mengurus,” kata Busi Santoso.

Baca: Dua Blok Tanaman Pohon Bambu Longsor Menutupi Aliran Sungai Mrisen Kudus

Kedatangan Budi Santoso tidak sendiri. Ia didampingi oleh Moh Rosyid, akademisi dari STAIN Kudus yang juga sebagai peneliti Samin.

Menurut Rosyid yang dilakukan oleh penganut Samin di Kudus merupakan bentuk respon atas keputusan MK agar hak dasarnya sebagai penganut penghayat dipenuhi oleh negara. 

Dia menambahkan, tidak sekadar kolom agama pada KTP. Pemenuhan hak sebagai warga negara bagi penganut kepercayaan masih belum menjadi prioritas.

“Seperti pendidikan penghayat bagi anak Samin yang sekolah formal dan perkawinan penghayat yang difasilitasi oleh tokohnya agar mendapatkan akta kawin,” kata Rosyid. 

Saat ini, katanya, dia bersama sejumlah penganut Samin lainnya masih mengurus agar mendapat akta dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Pemenuhan persyaratan itu untuk mendapat surat keterangan terdaftar (SKT) dari Kesbangpol Kabupaten Kudus,” kata Rosyid.

Baca: Sekitar Dua Jam Turun Hujan, Telah Terjadi Tiga Peristiwa di Kabupaten Kudus

Menanggapi hal tersebut, Putut Winarno Sekretaris Disdukcapil Kudus mengatakan, apa yang dilakukan oleh mereka yang notabene sebagai penghayat kepercayaan akan tetap dilayani layaknya masyarakat lainnya.

Namun untuk pengisian kolom agama masih terganjal karena Juklak dari Kemendagri masih belum turun.

“Masih tetap dilayani bagi pengahayat kepercayaan yang meminta KTP. Tapi untuk kolom agama meski sudah disahkan MK kami belum menerima juklak dari Kemendagri,” kata Putut. 

Dia juga mengatakan, sejauh ini sudah ada 160 warga Kudus sebagai penghayat kepercayaan yang memiliki KTP. Hanya saja kolom agama mereka saat ini masih kosong.

“Yang pasti kami menunggu juklak dari Kemendagri,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved