WOW! Gaji Sopir BRT Trans Semarang Akan Naik Dua Kali UMK, Ini Alasannya
Ada sejumlah 653 keluhan dari warga Kota Semarang mengenai pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di 2017
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada sejumlah 653 keluhan dari warga Kota Semarang mengenai pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di sepanjang tahun 2017.
Sebagian besar dari keluhan-keluhan tersebut didominasi oleh keluhan tentang adanya pelayanan pengemudi yang ugal-ugalan, armada kurang merapat saat berhenti ke shelter dan petugas tiket yang galak/judes.
Plt Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan bahwa hal-hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi.
Dia meyakini bahwa ternyata faktor manusia sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan Trans Semarang.
Maka satu di antara solusi yang dilakukan adalah menaikkan kesejahteraan para pengemudinya.
“Tahun ini kami akan coba naikkan bertahap terkait dengan kesejahteraan sopir (pengemudi), satu di antaranya dari segi gaji,” ujar Ade pada Kamis (4/1/2018).
Tahun lalu minimal gaji perbulan para pengemudi BRT Trans Semarang sebanyak Rp 2.750.000 dan ditambah uang makan sehari Rp 50.000.
Kemudian tahun ini akan dinaikkan sebanyak dua kali UMK Kota Semarang, yang artinya para pengemudi dapat menerima gaji Take Home Pay mendekati angka Rp 4.600.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemkot-semarang_20170331_143429.jpg)