Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dandim Tinjau Rencana Panen Raya yang Akan Dihadiri Jenderal TNI Mulyono

"Dengan menanam refugia dimaksudkan supaya tercipta agroekosistem di lahan pertanian yang terjaga," jelas Budi.

Penulis: hesty imaniar | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian, Pemkab Pati, Kodim Pati, dan Polres Pati menggelar panen bersama di Desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Pati 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Komandan Kodim 0716/Demak, Letnan Kolonel Inf Abi Kusnianto melakukan pengecekan Kesiapan Panen Raya, yang rencana akan di hadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI Mulyono di Desa Mijen, Kebonagung, Demak dalam Rangka mendukung Swasembada ketahanan Pangan di wilayah Kabupaten Demak Jateng, Jumat (5/1/2018).

Dalam kegiatan pengecekan kesiapan panen Rlraya tersebut, Dandim 0716/Demak, didampingi bersama perwakilan Kepala Dinas Petanian Demak, Sukisman, POPT Propinsi Jawa Tengah, Budi Santoso, Camat Kebon Agung, Haryoto, Pasiter Kodim 0716/Demak, Kapten Inf Triyono, Danramil 04/Dempet Kapten, Inf Bambang Susilo, beserta PPL, dan juga Babinsa desa Mijen.

Di sela-sela kegiatan peninjauan tersebut, Letkol Inf Abi Kusnianto mengatakan, agar dalam pelaksanaan panen raya nanti dapat berjalan lancar, maka perlu persiapan yang matang, baik dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Untuk mencapai hal itu, kmi melalui Danramil nantinya akan membentuk tim kerja panitia, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait, guna kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut," jelasnya.

Baca: Saat Didekati Polisi, Para Penumpang Mobil Melarikan Diri. Ternyata Mereka Adalah . . .

Selain melakukan peninjauan kesiapan panen raya tersebut, Dandim 0716/Demak, beserta rombongan juga melakukan peninjauan ke lokasi pembibitan tanaman Refugia, di rumah Krisdianto, yang merupakan ketua kelompok tani Tita Jaya 1 Desa Mijen, yang sekaligus sebagai penggerak kelompok petani untuk menanam Refugia tersebut.

Desa Mijen yang terletak di Kecamatan Kebonagung, Demak adalah salah satu desa yang memanfaatkan tanaman refugia. Refugia berhasil mengantar Desa Mijen menjuarai lomba pembasmian hama secara alami tingkat provinsi Jawa Tengah.

Dandim pun mendapatkan penjelasan tentang tanaman Refugia dari Budi Santoso bersama kelompok tani, bahwa dalam dunia pertanian, tanaman refugia dapat difungsikan sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Yaitu hewan atau tumbuhan, baik yang berukuran mikro maupun makro yang mengganggu, menghambat, bahkan mematikan tanaman yang dibudidayakan. OPT kami ini sendiri terdiri atas 3 kelompok, yaitu hama, vektor penyakit, dan gulma," bebernya.

Selain itu, lanjut Budi, fungsi refugia juga dapat dimanfaatkan sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi, dalam usaha konservasi musuh alami (Solichah, 2001).

"Dengan menanam refugia dimaksudkan supaya tercipta agroekosistem di lahan pertanian yang terjaga," jelas Budi.

Penanaman refugia pada tanaman yang dibudidayakan diusahakan sesaat setelah pembuatan galeng selesai, sehingga pada saat tanaman refugia berbunga, padi sudah mulai tumbuh, dan tanaman padi dapat terhindar dari OPT.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved