Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Ganjar : Tradisi di PDIP Tidak Ada Kader yang Boleh Klaim dapat Rekomendasi

ubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berharap semua pihak bersabar menunggu pengumuman rekomendasi calon gubernur

Penulis: m nur huda | Editor: galih permadi
tribunjateng/dok
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jawab pertanyaan wartawan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berharap semua pihak bersabar menunggu pengumuman rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur oleh DPP PDI Perjuangan. Penundaan pengumuman menurutnya hanya persoalan teknis saja.

"Itu soal teknis saja, sabar, kemarin mungkin mangsinya entek (tintanya habis)," kelakarnya saat ditemui di sela hadir dalam acara ground breaking normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kota Semarang, Jumat (5/1/2018).

Sedangkan menghadapi pengumuman rekomendasi yang rencananya akan digelar pada 7 Januari mendatang, Ganjar mengaku, biasa saja. Ia sudah memiliki pengalaman ketika menunggu mendapatkan rekomendasi untuk mencalonkan diri di Pilgub 2013 lalu.

"Nggak, biasa saja, namanya penugasan kok, nggak bisa dioyak-oyak, dulu juga begitu waktu mau dapat rekom juga sama tenang saja tahu-tahu dapat," katanya.

"Tidak ada kader dalam tradisi PDI Perjuangan itu mengklaim aku pasti maju, aku pasti menang, nggak ada yang bisa. Jateng saja kita pernah ada pengalaman juga kan soal itu, ada yang kepingin banget ternyata enggak, kemudian tiba-tiba muncul Ganjar," sambungnya.

Ia juga menyatakan, jika nantinya memang partai menugaskannya kembali untuk mencalonkan diri maka sudah siap. Termasuk jika nantinya tak menugaskan lagi, ia mengaku juga siap.

"Besok ditugaskan lagi ya siap, tidak ditugaskan lagi, lha wong ditugaskan saja siap masa nggak ditugaskan nggak siap, saya selalu siap, kader kan seperti itu. Saya itu petugas partai, yang penting bekerja," katanya.

Ganjar juga menepis pernyataan sejumlah pihak yang selama ini melakukan kritik terhadap Presiden Jokowi yang adalah petugas partai, dan disebut bahwa pemimpin adalah miliknya rakyat bukan partai. Kenyataannya, saat ini banyak yang berebut rekomendasi dari partai.

"Karena yang bisa memberi rekom cuma itu, dibuka (jalur) independen juga nggak ada juga kan (yang daftar), kalau kita mau pakai sistem kepartaian ya ini caranya, maka semua harus menghormati," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved