Tandatangan Kontrak Proyek Overpass Manahan Solo Molor

Penandatanganan kontrak proyek Overpass Manahan molor dari target. Mundur hingga 17 Januari 2018

Tandatangan Kontrak Proyek Overpass Manahan Solo Molor
tribun jateng/istimewa
Simulasi sebelum pembangunan Overpass Manahan, Solo yang dilakukan pada 4 hingga 5 Oktober selama 24 jam penuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -Penandatanganan kontrak proyek Overpass Manahan molor dari target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Pasalnya, semula kontrak proyek yang dijadwalkan ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu pera) dan kontraktor pemenang lelang pada akhir bulan lalu, mundur hingga tanggal 17 Januari mendatang.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo, Joko Supriyanto memaparkan bila pihaknya telah berkoordinasi dengan BBPJN VII, pada Kamis (4/1/2018).

"Namun panitia lelang dari kementerian mengubah jadwal tahapan lelang. Saat ini evaluasi penawaran dari peserta lelang masih berlangsung," paparnya, Jumat (5/1/2018).

Menurut Joko, Pemkot Solo tak dapat berbuat banyak atas pengunduran jadwal itu. Ia menjelaskan bahwa revisi tanggal penandatanganan kontrak itu juga berpengaruh terhadap perubahan waktu dimulainya pembangunan overpass.

"Kewenangan penyelenggaraan lelang sepenuhnya berada di tangan kementerian. Panitia lelang juga berhak mengubah jadwal, jika ada dokumen yang dinilai perlu diubah lagi," ungkap dia.

Dirinya menjelaskan, berdasar laman lpse.pu.go.id, tender proyek overpass senilai lebih dari Rp 52 miliar itu telah diikuti 160 badan usaha. 

Adapun penandatanganan kontrak proyek tersebut sudah direvisi enam kali, di mana penandatanganan semula dijadwalkan 21 November 2017.

Ia menuturkan sebanyak empat peserta sudah dinyatakan lulus kualifikasi yang ditetapkan panitia.

Joko menilai, para peserta tender juga telah memaparkan seluruh rencana pembangunan jalan layang kepada panitia lelang pada pertengahan bulan lalu.

"Metodologi pengerjaan proyek, termasuk titik dimulainya proyek, menjadi satu penilaian panitia lelang. Pemkot Solo juga menunggu kejelasan tahapan pembangunan dari kontraktor pemenang lelang, untuk menentukan simulasi rekayasa lalu lintas lanjutan sebelum pembangunan overpass dimulai," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno menambahkan pihaknya saat ini belum dapat memastikan teknis simulasi rekayasa lalu lintas lanjutan selama pembangunan jalan layang Manahan.

Hari menilai kepastian overpass ini mulai dibangun dari sisi selatan atau utara perlintasan sebidang akan membantu penyusunan skenario pengalihan arus kendaraan selama berlangsungnya proyek.

"Selama belum tahu konsep pembangunannya, kami belum berani menyusun simulasi. Yang pasti kami berencana menggelar simulasi sekali lagi," ungkap Hari.

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved