KREATIF, Aipda Suyono Ciptakan Alat Pencacah Rumput, Pakan Ternak Bisa Awet 4 Bulan

KREATIF, Aipda Suyono Ciptakan Alat Pencacah Rumput, Pakan Ternak Bisa Awet 4 Bulan. Petani bisa lebih irit biaya pakan

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken Polres Blora bernama Aipda Suyono kreatif. Dia menciptakan dan memodifikasi mesin pencacah rumput sehingga petani di lingkungannya bisa irit biaya pakan ternak. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken Polres Blora bernama Aipda Suyono kreatif. Dia menciptakan dan memodifikasi mesin pencacah rumput sehingga petani di lingkungannya bisa irit biaya pakan ternak.

Atas kreatifitas dan prestasinya itu, Kapolres Blora AKBP Saptono memberikan apresiasi kepada dia.

Saat safari Jumat, Kapolres Blora bersama rombongan menyempatkan waktu untuk melihat mesin pencacah rumput hasil temuan Aipda Suyono.

Dalam kunjungannya di rumah Aipda Suyono di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kapolrtes Blora AKBP Saptono mempraktikkan cara kerja alat pencacah rumput itu.

Dia merasa kagum dan perlu perbaikan serta dibuat secara massal, Minggu (7/1/2018).

"Sangat mengapresiasi dengan alat pencacah rumput. Bisa dimodifikasi. Harganya murah. Awet dan tahan lama. Karena pisaunya tebal," jelasnya.

Menurutnya, alat yang diciptakan Aipda Suyono itu sangat membantu petani dan peternak. Apalagi limbah tanaman bisa dijadikan pakan ternak setelah dicacah dengan alat tersebut.

“Penggilingan menggunakan mesin pencacah ini sangat efisien untuk pakan ternak sapi dan kambing, serta cukup tahan lama apabila divermentasikan bisa tahan hingga 4 bulan lebih.” tegasnya.

Kapolres menambahkan, alat tersebut bisa lebih dikembangkan apabila didukung oleh pemerintah daerah. Selanjutnya bisa diperbantukan kepada para peternak.

Aipda Suyono menjelaskan, mesin pencacah rumput tersebut untuk membantu warga menyediakan pakan ternak. Alat itu mampu mengurangi biaya dan tenaga yang dikeluarkan para peternak.

"Alat pencacah rumput ini saya buat dari hasil tabungan sendiri dengan dibantu warga yang bisa mengelas," ujar Aipda Suyono.

Selain alat pencacah rumput, Aipda Suyono juga mengajarkan pembuatan pakan ternak dengan cara silase atau pengawetan.

Menurutnya, melimpahnya pakan ternak pada musim hujan merupakan kesempatan untuk menyimpan di musim kemarau.

Dengan cara yang dia ajarkan, pakan tersebut dapat disimpan selama satu bulan bahkan satu tahun. Sehingga para peternak tidak kesusahan mencari rumput setiap hari.

"Limbah-limbah pohon jagung yang sudah kering biasanya dibakar oleh petani sekarang bisa dimanfaatkan buat pakan ternak," terangnya.

Menurutnya, ide pembuatan pencacah pakan ternah tersebut berawal dari tiga tahun lalu. Saat musim kemarau selalu ada ongkos tambahan untuk mencari pakan ternak. Hingga saat membaca-baca buku mengenai ternak sapi. Didalamnya dia menemukan pembuatan alat pencacah pakan ternak. Dia tertarik membuatnya. (tribunjateng/humas polres blora)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved