Warga Empat Desa di Cilacap Lakukan Protes Terhadap Penambangan Batu

Pengusaha disebut telah memutus aliran sungai untuk aktivitas pertambangan di Bukit Ciwuni.

Warga Empat Desa di Cilacap Lakukan Protes Terhadap Penambangan Batu
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Penambangan batu di Bukit Ciwuni, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP- Polemik ihwal dampak penambangan batu di Bukit Ciwuni, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap masih berkepanjangan.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Cilacap akan memanggil pengusaha tambang di Bukit Ciwuni, Kecamatan Kesugihan karena dianggap menyalahi perjanjian dengan masyarakat di empat desa.

Pengusaha tambang juga diminta untuk mengklarifikasi kelengkapan dokumen tambang.

Ketua DPRD Cilacap, Taswan mengatakan, dari hasil pengecekan beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan ada beberapa hal yang tak sesuai aturan.

Pengusaha disebut telah memutus aliran sungai untuk aktivitas pertambangan di Bukit Ciwuni.

Akibatnya, saat terjadi banjir, material tanah terbawa arus hingga menyebabkan sungai keruh.

"Nanti ada pertemuan lanjutan untuk membahas persoalan ini," katanya, Selasa (8/1/2018).

Baca: Tiba-Tiba Sejumlah Kolam Ikan di Kabupaten Banjarnegara Mengering

Terkait dampak kerusakan infrastruktur, pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas opsi perbaikan jalan.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved