FOCUS
Karisma Mbah Moen
Pasangan bakal calon gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maemun Zubair (Ganjar-Yasin), akan mendaftar ke KPU Jateng, Selasa (9/1) siang.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ulama karismatik dan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) bernama lengkap KH Maimun Zubair atau biasa dikenal Mbah Moen berusia hampir 90 tahun. Meski sudah sepuh, suaranya masih lantang dan ceramahnya jelas serta ditaati warga terutama kaum nahdliyin.
Perkataan Mbah Moen, ulama besar yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang tidak hanya ditaati oleh kaum nahdliyin akan tetapi politikus di Indonesia juga sangat menghormatinya.
Januari 2018 ini nama Mbah Moen makin sering disebut di media massa. Bukan hanya nasihat atau ceramahnya melainkan restu beliau yang mengizinkan Taj Yasin atau Gus Yasin untuk menjadi bakal calon wakil gubernur mendampingi Ganjar Pranowo. Mbah Moen selaku Ketua Dewan Syuro PPP merestui Taj Yasin mendampingi Ganjar di Pilgub Jateng.
Putra Mbah Moen ada 10, terdiri dari 8 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka yaitu KH Abdullah Ubab, KH Gus Najih, KH Majid Kamil, Gus Abdul Ghofur, Gus Abdur Rouf, Gus Muhammad Wafi, Gus Yasin, Gus Idror, Sobihah dan Rodhiyah. Putra-putra beliau juga menjadi kiai, ustaz, serta politikus, mengikuti jejak sang ayah, yang pernah jadi anggota DPRD Rembang, serta anggota MPR RI tiga periode.
Pasangan bakal calon gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maemun Zubair (Ganjar-Yasin), akan mendaftar ke KPU Jateng, Selasa (9/1) siang. Paslon (saat ini) diusung PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem, total 48 kursi.
Pada Pilgub Jateng 2013, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko diusung tunggal oleh PDIP mendapat suara 6.962.417 atau 48,82 persen ungguli pasangan Bibit-Rustriningsih. Kenapa sekarang PDIP justru "bergandengan" dengan Demokrat, Nasdem dan menyandingkan bakal calon wagub dari PPP.
Ganjar menerangkan, koalisi yang dibangun semata-mata memenuhi permintaan tokoh agama, ulama dan masyarakat Jawa Tengah. PDIP bersama kelompok agama dan NU memperkuat NKRI. Karena Jawa Tengah sebagai barometer nasional maka harus kuat persatuan dan kesatuannya. Maka dipilihlah sosok Taj Yasin putra KH Maimun Zubair, sosok kiai yang sering menekankan cinta dan membela tanah air adalah bagian dari iman.
Saking begitu besar karisma Mbah Moen, bakal calon gubernur Sudirman Said sebelumnya juga berencana meminang putra Mbah Moen untuk menjadi balon wakil gubernur. Tapi kalah cepat. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut meski Ganjar sering sowan Mbah Moen namun keputusan deal dengan Gus Yasin baru tanggal 3 Januari lalu diumumkan 7 Januari.
Meski begitu, kubu Gerindra selaku pengusung Sudirman Said masih terus bergerak. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut masih mempertimbangkan nama dari putra Mbah Moen selain Gus Yasin. "Putra Mbah Moen bukan cuma satu ya, kita lihat saja nanti," kata Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2018).
Fadli menuturkan partainya masih mempertimbangkan beberapa nama yang akan dipasangkan dengan Sudirman Said. Ada dua atau tiga nama yang masih digodok untuk mendampingi Sudirman Said.
Di sisi lain, Gus Yusuf Chudlori pengasuh API Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang dan Ketua DPW PKB Jateng menyatakan menolak saat ditawari menjadi bakal calon wagub.
Alasannya mendapat amanah orangtuanya untuk mengurus ponpes. Pilkada Jateng belum selesai, bahkan baru dimulai. Semua kemungkinan masih bisa terjadi, meski hanya dalam hitungan jam. (tribunjateng/wid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/iswidodo-wartawan-tribunjatengcom-ok_20171019_070705.jpg)