Pilgub Jateng

Sudirman Said Kalah Cepat Melobi Mbah Moen

Tak ada pemandangan berbeda di kompleks pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, Minggu (8/1) petang

Sudirman Said Kalah Cepat Melobi Mbah Moen
tribunjateng/Rifqi Gozali
Suasana Pondok Pesantren Al Anwar di Karangmangu Sarang Kabupaten Rembang asuhan KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, Minggu 7 Januari 2018 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Tak ada pemandangan berbeda di kompleks pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, Minggu (8/1) petang. Lalu-lalang santri bersarung seraya mendekap kitab kuning menjadi pemandangan keseharian di pesantren yang diasuh KH Maemoen Zubair.

Waktu menunjukkan pukul 18.22. Deru pujian selepas azan magrib mulai meredup dari seantero penjuru arah mata angin. Hanya ada satu yang masih terdengar, yaitu salawat yang bersama-sama didendangkan oleh para santri di musala depan kediaman Mbah Moen, begitu KH Maemoen akrab disapa.

Sebelumnya di hari yang sama, Megawati Soekarnoputi mengumumkan pasangan Ganjar Pramowo-Taj Yasin calon gubernur-wakil gubernur Jateng yang hendak diusung partai berlambang kepala banteng moncong putih di Lenteng Agung, Jakarta.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usung Sudirman ok
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usung Sudirman ok (tribunnews.com)

Tak butuh waktu lama, masih di hari yang sama di Solo PPP kubu Djan Faridz mendukung pasangan Sudirman Said-Muhammad Wafi untuk diusung dalam Pilgub Jateng.

Yang menarik di sini kedua kubu besar itu memilih wakil, Taj Yasin dan Muhammad Wafi, yang merupakan anak kandung Mbah Moen.

"Seperti biasa, tidak ada yang beda dengan hari biasanya," kata Muis, seorang pengurus pesantren.

Belakangan ini, katanya, dia tidak menemui ada tokoh besar yang bertandang ke kediaman Mbah Moen.

"Hanya ada anggota DPR RI Pak Arwani dan Pak Muhlisin (Arwani Thomafi dan Mukhlisin, keduanya anggota DPR RI fraksi PPP) tadi pagi yang datang ke sini," katanya.

Puluhan tamu dari berbagai rombongan mengantre untuk ketemu Mbah Moen. Masing-masing masuk kediaman setelah mendapat izin dari Mbah Moen melalui pengurus pesantren.

Sejumlah santri yang berkumpul di sela-sela ngaji pun tidak terdengar bahasan perihal majunya putra Mbah Moen. Mereka hanya berkelakar ringan, layaknya obrolan ringan yang tidak menyinggung politik Jawa Tengah.

Halaman
1234
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved