Breaking News:

Tim Satgas Pangan Cek Usaha Menengah Atas Yang Gunakan LPG Nonsubsidi, Bandel Izin Dicabut

Usaha yang masuk kategori non mikro adalah yang memiliki modal usaha di atas Rp 50 Juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan

Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Tribun Jateng/rival al manaf
Petugas Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng cek tabung LPG yang digunakan usaha menengah ke atas beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satgas Pangan Polda Jateng menemukan 8 hotel, 3 laundry, 1 cafe, 52 peternakan, 355 rumah makan, 1 rumah tangga dan 5 toko roti, yang masih menggunakan tabung LPG subsidi 3 Kg.

Hal itu didapati setelah selama satu minggu tim yang berada dibawah Direskrimsus Polda Jateng tersebut melakukan sidak terhadap 1173 usaha non mikro di wilayah Polda Jateng.

Direktur Reserse Kriminal Kusus (Direskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari menjelaskan usaha yang masuk kategori non mikro adalah yang memiliki modal usaha di atas Rp 50 Juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan.

"Sidak itu didasarkan pada knstruksi Kapolda kepada Satgas Pangan Polda Jateng tanggal 30 Desember 2017 untuk melakukan sidak ke restoran besar, hotel, laundry, usaha menengah ke atas, dan lainnya yang tidak berhak menggunakan LPG subsidi," jelas Lukas saat dihubungi Tribun, Selasa (9/1/2018).

Dari sidak tersebut tim Satgas Pangan mendata tabung gas LPG 3 kg yang ditemukan selama pelaksanaan pemantauan dan pengecekan adalah sebanyak 4046 tabung.

"Tidak kami sita karena bukan tindak pidana, hanya saja kami berikan imbauan dan teguran untuk tidak menggunakan yang bersubsidi, seharusnya usaha menengah ke atas menggunakan nob subsidi," jelasnya saat dihubungi Tribun Jateng.

Ia menjelaskan hotel-hotel yang menggunakan LPG 3 kg adalah kelas melati. Karena hanya mendapat teguran dan pendataan, Lukas pada minggu ini akan kembali melakukan pengecekan terhadap usaha yang kedapatan menggunakan bahan bakar subsidi tersebut.

"Minggu ini kita jadwalkan cek ulang dan sebagain besar sudah mematuhi dan beralih ke 5 atau 12 kg, namun bila ada yang bandel akan di cabut ijin usahanya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved