Warga Keluhkan Tempat Layanan Bayar Pajak Bapenda Kota Semarang Kurang Representatif

Ratusan warga Kota Semarang memadati kantor pelayanan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang

Warga Keluhkan Tempat Layanan Bayar Pajak Bapenda Kota Semarang Kurang Representatif
m zaenal arifin

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga Kota Semarang memadati kantor pelayanan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Selasa (9/1/2018). Mereka berjubel mengantre untuk membayar berbagai jenis pajak ke Kas Daerah (Kasda) Kota Semarang.

Namun, warga yang mengantre mengeluhkan kondisi kantor pelayanan yang dinilai tidak representatif. Pasalnya, ruang pelayanan hingga ruang tunggu sangat sempit sehingga warga merasa kurang nyaman.

"Tempatnya kecil. Ruang runggu saja harus berdesakan padahal yang mengantre banyak sampai ratusan. Jadi tidak nyaman antre bayar pajak," kata seorang warga yang mengantre untuk membayar pajak, Rudi Iskandar.

Rudi menuturkan, untuk mengantre dirinya butuh waktu minimal 1 jam hingga mendapat panggilan ke loket administrasi dan pembayaran. Jika melihat ruang tunggu yang terbatas, dirinya merasa malas untuk datang lagi membayar pajak.

"Tadi saja saya nunggunya berdiri karena tidak ada tempat duduk. Semua sudah penuh dipakai mengantre orang lain," ucapnya.

Keluhan mengenai tempat pelayanan Bapenda yang sempit juga disampaikan Sutrisno. Ia harus rela berbagi kursi duduk dengan warga lain untuk menunggu panggilan dari loket pembayaran pajak.

"Kasihan melihat yang lain berdiri, jadi saya relakan untuk berbagi tempat duduk. Meski sebenarnya tidak nyaman," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved