Dilarang Parkir di Simpanglima, Ini Kata Juru Parkir yang Sudah 37 Tahun Jadi Jukir di Sana

Nantinya, satu di antara kantong parkir yang disediakan adalah di daerah Jalan Pahlawan pada kedua lajur.

Dilarang Parkir di Simpanglima, Ini Kata Juru Parkir yang Sudah 37 Tahun Jadi Jukir di Sana
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan sosialisasi dan pengosongan semua kendaraan yang parkir di seluruh lingkar jalan Simpanglima 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nursewan (48) satu di antara juru parkir (Jukir) di Kawasan Simpanglima mengaku sedih akan adanya program sterilisasi parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang dimulai malam ini, Kamis (11/1/2018).

Pasalnya, pendapatan dari parkir yang semula menurut dia masih kurang sehari-harinya masih akan berkurang lagi ke depannya.

“Saya sudah bekerja menjadi juru parkir (di Simpanglima) selama 37 tahun sejak 1981. Kalaupun ada pengosongan (sterilisasi) sudah pasti pemasukan akan berkurang,” ujarnya.

Namun, menurutnya, jika hal tersebut dapat membuat Kawasan Simpanglima menjadi lebih tertib dan lancar arus lalulintasnya, dia tetap akan mendukung program ini.

“Iya nanti yang akan parkir di sini (tepi jalan lingkar) juga tidak akan saya perbolehkan. Kalau memang nantinya suasana jalan menjadi lebih tertib dan lancar mau bagaimana lagi, itu bagus juga,” tambahnya. 

Nantinya, satu di antara kantong parkir yang disediakan adalah di daerah Jalan Pahlawan pada kedua lajur.

Ketika ditanya Tribunjateng.com tentang kemungkinan kepindahannya menjadi juru parkir di Jalan Pahlawan, dia menjawab tidak akan pindah.

“Karena saya sudah 37 tahun di sini dan Simpanglima ini lokasi pertama dalam pekerjaan saya, saya tidak akan pindah dari sini,” tambahnya. 

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved