Pedagang Pasar Wonodri Berharap Bisa Berjualan di Depan Pasar Saat Pembangunan

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan membangun satu pasar tradisional pada 2018 ini yaitu pasar Wonodri.

Pedagang Pasar Wonodri Berharap Bisa Berjualan di Depan Pasar Saat Pembangunan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah pedagang sedang melakukan aktifitas jual beli di area jalan Pasar Wonodri Semarang, Minggu (14/1). Rencananya Pasar Wonodri akan di bangun dan sejumlah pedagang yang berada di luar untuk sementara akan di pondahkn di pasar MAJT san setelah pembangunan selesai, awal 2019 semua pedagang termasuk yg jualan di jalan akan dimasukan ke dalam pasar.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang akan membangun satu pasar tradisional pada 2018 ini yaitu pasar Wonodri. Dinas Perdagangan telah menganggarkan Rp 24 miliar untuk pembangunan pasar tersebut.

Seorang pedagang pancakan di tepi jalan Wonodri, Munirah (50) mengatakan, dirinya sudah berjualan di tempat itu sejak 2005 lalu. Ia sudah mendengar rencana pembangunan Pasar Wonodri yang akan dikerjakan pada tahun ini.

"Kemarin sudah ada informasi pembangunannya. Saya kira para pedagang pun sudah tahu. Tidak hanya yang di pasar pagi, yang di dalam pasar pasti dapat informasinya," katanya, Minggu (14/1/2018).

Adanya pembangunan pasar, para pedagang khawatir akan dipindah. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, baik pasar pancakan yang beroperasi dari malam sampe pagi maupun pasar Wonodri yang beroperasi dari pagi sampe sore, sudah mempunyai banyak pelanggan.

Khususnya pasar pancakan Wonodri, selalu ramai pedagang yang berjualan sayuran dan kebutuhan dapur. Bahkan, pasar tersebut menjadi jujugan pelanggan yang merupakan pedagang sayur keliling untuk kulakan.

"Kalau nanti dibangun, kami berharap tetap diizinkan berjualan di sini tidak dipindah ke tempat yang jauh. Kami khawatir pelanggan akan hilang," ucapnya.

Pedagang lain yang berjualan di dalam pasar, Yatmi, mengaku pasrah jika pasar akan dibangun. Selama ini, kondisi pasar yang semrawut membuat pembeli enggan belanja di dalam pasar.

"Banyak pembeli memilih belanja di luar pasar. Makanya pedagang juga ikutan berjualan di luar pasar. Akibatnya yang di dalam pasar jadi sepi," ujarnya.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved