Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ribuan Ikan di Kolam Senjoyo Kabupaten Semarang Mati Keracunan

Pengelola taman wisata kolam Senjoyo Village di Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dibuat terkeju

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Ponco Wiyono
Suherman, pengelola Senjoyo Village menunjukkan saluran masuknya air bermuatan kaporit yang mencemari Sendang Putri, pada Selasa (16/1/2018). Tampak kolam tersebut sudah tak berisi ikan-ikan lagi. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pengelola taman wisata kolam Senjoyo Village di Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dibuat terkejut saat ribuan ikan di beberapa kolam mati bersamaan.

Ditemui pada Selasa (16/1/2018) seorang pengelola bernama Suherman (44), penyebab kematian ikan-ikan tersebut adalah kaporit yang tercampur dengan air kolam saat saluran air pembuangan berisi kaporit membeludak karena volume naik ketika hujan deras turun beberapa waktu lalu.

‎Senjoyo Village merupakan kawasan wisata kolam yang terdiri atas sendang-sendang untuk ikan dan pemandian. Baru mengembangkan kawasan ini pada bulan Agustus 2017 lalu, kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat mendapatkan pasokan ikan dari para penyumbang.

"‎Koleksi kami meliputi ikan koi, nila, kalper, dan kepiting sawah serta ikan-ikan liar lainnya. Untuk koi sendiri usianya sudah lumayan tua dan ukurannya mencapai empat tangkup jari tangan, semuanya mati keracunan," jelas Suherman.

Kronologi‎ tersebut adalah tatkala Suherman datang ke lokasi pada Kamis (11/1/2018) pagi untuk melakukan perawatan, seorang pedagang memberi tahu jika ada ikan mati di Sendang Putri, pemandian yang dikhususkan untuk pengunjung perempuan.

Mendengar hal tersebut Suherman langsung mengecek kolam dan ia mendapati ribuan ikan sudah mengambang dengan insang berwarna putih pucat.

"Tidak hanya di Sendang Putri, dua kolam di sebelahnya juga ikut tercemar kaporit dan kami bisa pastikan ini kaporit karena sudah kami telusuri," jelas Suherman.

Dikatakan, limbah kaporit tersebut diduga berasal dari‎ kolam milik PDAM Kota Salatiga yang berada tidak jauh dari Sendang Putri.

Air dari saluran pembuangan limbah perusahaan milik pemerintah daerah itu dikatakan Suherman meluber tatkala hujan dan mencemari kolam sekitar.

Petugas PDAM sendiri disebut Suherman sudah mengetahui dan menjanjikan akan menemui pihak pengelola Senjoyo Village.

"Katanya kepala seksi yang mau hadir, namun sampai sekarang belum. Kami tidak menuntut ganti rugi, namun jika diberi ganti benih lagi akan kami terima," kata Ketua Pokdarwis Senjoyo Village, Edi Siswanto (31).

Sementara Kepala PDAM Kota Salatiga, Samino, saat ditelepon mengatakan pihaknya belum menerima protes dari pihak mana pun perihal peristiwa tersebut.

Samino juga menampik pernyataan pengelola Senjoyo Village jika penyebab matinya ribuan ikan tersebut adalah limbah kaporit dari PDAM.

"Bisa saya pihak lain, karena yang pakai kaporit tidak hanya PDAM, jadi hal itu tidak benar," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved