Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Secara Resmi Dibuka, Pemkot Solo Ingin Komoditas Pasar Sangkrah Lebih Variatif

Wali Kota Rudy menambahkan Pemkot Solo telah merancang Pasar Sangkrah sebagai destinasi wisata baru.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Peresmian Pasar Sangkrah Solo oleh Pemkot Solo, Selasa (16/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo menginginkan agar pedagang Pasar Sangkrah Solo dapat menjaga kehigienisan dagangan mereka.

Selain menjaga kebersihan, Pemkot Solo ingin agar komoditas di pasar itu lebih variatif.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menuturkan bahwa hal tersebut guna mendukung pengembangan Pasar Sangkrah sebagai destinasi wisata baru di Kota Solo.

"Jangan sampai pasarnya kumuh. Komoditasnya harus disesuaikan. Bila perlu divariasikan secara berkala," tegas Wali Kota Rudy saat peresmian Pasar Sangkrah, Solo, Selasa (16/1/2018).

Baca: Pemkot Solo Akan Manfaatkan Ndalem Joyokusuman Jadi Pusat Kebudayaan

Wali Kota Rudy menambahkan Pemkot Solo telah merancang Pasar Sangkrah sebagai destinasi wisata baru.

Ia menilai pasar tersebut dapat diintegrasikan dengan Stasiun Solo Kota, yang menjadi satu titik pemberhentian kereta api (KA) wisata Jaladara dan Batara Kresna.

"Baik Jaladara maupun Batara Kresna selalu berhenti di Stasiun Solo Kota. Wisatawan yang menumpangi kereta tersebut saya kira akan sering mampir. Jadi jangan sampai mereka kecewa, mau lihat pasar kok semrawut. Harus bersih," ungkap dia.

Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo menambahkan Pemkot Solo sudah menata letak lokasi usaha pedagang sebaik mungkin.

Ia menjelaskan bila di pasar ini terdapat 20 kios, 183 los komoditas kering, 40 los daging dan 36 lapak pedagang pelataran di dua lantai bangunan pasar tersebut.

Subagiyo juga menjelaskan bila zonasi pedagang diterapkan Pemkot Solo agar memudahkan pengunjung mencari barang-barang yang dibutuhkan.

"Di lantai dua dikhususkan bagi kios dan pedagang kuliner. Ke depan di lantai satu akan ditempatkan pedagang suvenir khas Solo, agar wisatawan semakin banyak yang datang ke sini," ujarnya.

Baca: Terkait Tembok Keraton Surakarta Roboh, Inilah Tanggapan Wali Kota Solo

Menurutnya berdasar data Dinas Perdagangan, Pasar Sangkrah dibangun ulang pada 2017 dengan dana APBD sekitar Rp 16,7 miliar.

Pasar tersebut baru sekali direvitalisasi, sejak dibangun pertama kali pada 1994.

"Kami masih menanti perjanjian pinjam pakai atas lahan Pasar Sangkrah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kami sudah mengantongi izin pemanfaatan lahan sebagai pasar, dari Kemenhub," ujarnya.

Ketua paguyuban pedagang Pasar Sangkrah, Kusmadi mengaku siap berkoordinasi dengan pedagang.

Zona kuliner, jelasnya akan dilengkapi daftar menu dan harga agar wisatawan lebih nyaman berkunjung di pasar tersebut.

"Karena lokasi pasar ini cukup strategis saya berharap wisatawan baik lokal maupun luar kota bisa datang ke pasar ini agar ramai terus," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved