Lapor ke Ombudsman, Heru Supriyono: Sudah Diputus Bebas Kenapa Jaksa Masih Banding?

Mantan wakil kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut sebenarnya tidak ingin mengungkit lagi luka lama.

Lapor ke Ombudsman, Heru Supriyono: Sudah Diputus Bebas Kenapa Jaksa Masih Banding?
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Kuasa hukum Heru Supriyono, Nanang Setyono melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Selasa (16/1/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mata Heru Supriyono tampak sembab saat melapor ke Ombudsman Jateng, Selasa (16/1). Mantan wakil kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut sebenarnya tidak ingin mengungkit lagi luka lama.

Terlebih, putusan hukuman setahun penjara sudah ia lalui. Namun, ternyata, dampak psikologis kasus hukum yang dialami lebih dari sepuluh tahun lalu itu masih terasa.

"Perasaan saya sulit saya gambarkan. Saya mohon kepada lembaga berwenang agar diperlakukan sebagaimana perundangan hukum yang berlaku. Karena ini sangat berat sekali. Setelah dipenjara, istri sakit hingga meninggal. Beban psikologis anak saya, sampai mengurung diri, ndak mau berhubungan dengan dunia luar," keluh Heru di kantor Ombudsman.

=============================
-Laporan yang dilakukan Heru Supriyono ke Ombudsman terkait kasus hukum yang dijalani lebih dari 10 tahun lalu.
-Heru turut duduk sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penyimpangan dana program beasiswa tahun 2003.
-Dalam putusannya, hakim menyatakan bebas terhadap Heru namun jaksa menyatakan banding dan kasasi. Upaya jaksa inilah yang diduga melanggar administrasi.
=============================

Ia hanya ingin, kasus yang menimpanya bisa diluruskan. Dengan begitu, ia berharap, beban psikologis anaknya sedikit terkurangi. Ia sudah menyiapkan bukti dan data.

Didampingi penasehat hukum, Heru mendatangi kantor Ombudsman Semarang. Mereka melaporkan dugaan pelanggaran administrasi (maladministrasi) yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasusnya.

"Kasus ini sebenarnya kasus lama namun kami ingin dorong karena ini bagian dari gambaran keadilan yang ada di Indonesia. Ini bagian kecil upaya sosok Heru untuk mendapatkan upaya peradilan yang menurut kami sesat," jelas penasehat hukum Nanang Setyono.

Kasus ini berawal dari adanya program beasiswa pendidikan yang diluncurkan wali kota Semarang tahun 2003. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pelaksanaan program itu menimbulkan kerugian negara. Sebagai konsekuensi, wali kota yang saat itu dijabat Sukawi, diminta mengembalikan uang Rp 1,227 miliar.

Setelah itu, wali kota mengembalikan ke kas daerah sebesar Rp 974,167 juta. Sisanya, disebut telah dipakai untuk program beasiswa yang baru berjalan.

"Setelah dikembalikan, ternyata upaya hukum masih berlanjut. Kemudian, ada empat terdakwa, satu di antaranya klien saya, pak Heru ini. Dalam kepanitiaan program beasiswa, Pak Heru hanya berstatus sebagai penasihat bukan pejabat pembuat komitmen (PPK)," jelas Nanang.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 942/Pid.B/2005/PN.Smg tanggal 15 Agustus 2006 Heru Supriyono diputus lepas dari segala tuntutan hukum. Namun, JPU Kejaksaan Negeri Semarang melakukan banding dan kasasi.

"Upaya hukum banding dan kasasi itu adalah bentuk malapraktik atau maladministrasi yang dilakukan JPU. Karena, bertentangan dengan Pasal 67 KUHP yang menyebutkan bahwa terdakwa atau penuntut umum berhak meminta banding kecuali terhadap putusan bebas, lepas dari segala tuntutan hukum," jelasnya.

Hal inilah yang diadukan Heru dan penasihat hukumnya ke Ombudsman. Mereka meminta Ombudsman memeriksa sehingga perjalanan kasus hukum Heru bisa diluruskan.

"Kenapa maladministrisi ini bisa terjadi? Menurut kami memang sudah jelas ini melibatkan orang yang secara politik memiliki kedudukan kuat," tandasnya.

Ia melihat indikasi tersebut dari sudah adanya temuan BPK saat itu. Siapa yang bertanggung jawab, siapa yang menyalurkan anggaran, sudah ada dalam temuan BPK. "Tetapi kejaksaan tidak menindak lanjuti," ujarnya. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved