MUI Banyumas Beri Rekomendasi Agar Lokalisasi Gang Sadar di Baturraden Ditutup

Ketua MUI Banyumas KH Khariri Shofa berkirim surat ke Pemkab Banyumas untuk mengkaji ulang keberadaan lokalisasi Gang Sadar di Banyumas.

MUI Banyumas Beri Rekomendasi Agar Lokalisasi Gang Sadar di Baturraden Ditutup
youtube
Ketua MUI Banyumas KH Khariri Shofa berkirim surat ke Pemkab Banyumas untuk mengkaji ulang keberadaan lokalisasi Gang Sadar di Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Wacana penutupan lokalisasi Gang Sadar di Baturraden kembali mengemuka.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas baru-baru ini merekomendasikan agar tempat prostitusi itu tidak beroperasional lagi.

Ketua MUI Banyumas KH Khariri Shofa mengatakan, pihaknya telah berkirim surat ke Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengkaji ulang keberadaan lokalisasi di komplek wisata andalan Banyumas itu.

Rekomendasi ini, kata Khariri, bukan hanya inisiatif MUI, melainkan hasil rembugan bersama instansi terkait dan elemen masyarakat lain pada Desember 2017 lalu.

"Kami kumpulkan elemen masyarakat di forum itu. Kami diskusi dan terjadi perdebatan. Namun akhir kesimpulan, Gang Sadar karena menyangkut perzinaan, maka lebih baik dihilangkan," katanya, Rabu (17/1)

Kendati demikian, pihaknya merasa tidak memiliki kewenangan untuk membubarkan lokalisasi.
Kewenangan itu, menurut dia, berada di tangan Pemkab Banyumas. Karena itu, MUI hanya dapat merekomendasikan usulan itu ke Pemkab agar ditindaklanjuti.

Pihaknya kini masih menunggu respon dari Bupati Banyumas untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

"Kami masih sebatas menyampaikan surat rekomendasi ke bupati,"katanya

Khariri menyampaikan, wacana penutupan Gang Sadar sebenarnya telah bergulir lama. Tempat itu disebutnya selama ini momok bagi masyarakat Banyumas. Terlebih, lokalisasi itu berada di tengah kawasan wisata Baturraden yang jadi jujugan para pelancong dari luar daerah hingga mancanegara.

Keberadaan Gang Sadar disebutnya menodai citra daerah, khususnya wisata Baturraden sebagai satu di antara wisata andalan Jawa Tengah.

"Orang kalau ke Banyumas ingatnya Baturraden, kalau ke Baturraden ingatnya Gang Sadar. Terus kesan orang terhadap tempat itu adalah prostitusi. Ini jadi aib tentunya bagi Banyumas," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved