Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perajin Tambang di Brebes Ikut Aksi Tolak Pelarangan Cantrang

Sejak berhembusnya larangan kapal cantrang, sedikit demi sedikit, pesanan produk mereka berkurang

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Perajin tambang tengah bekerja di desa Kubangwungu, kecamatan Ketanggungan, Brebes beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Para perajin tambang di sentra industri rumahan tambang Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan, Brebes juga bergabung dengan aksi massa nelayan cantran di Jakarta.

Perajin tambang juga terkena imbas dari pelarangan alat tangkap cantrang.

Tambang hasil tangan para perajin digunakan sebagai alat tangkap yang biasanya digunakan di kapal cantrang.

"Sebanyak 110 orang perwakilan perajin tambang dengan tiga bus berangkat dengan tujuan Jakarta untuk ikut berpartisipasi beraudiensi dengan pemerintah," kata perwakilan perajin, Tohadi, saat dihubungi, Rabu (17/1/2018).

Para perajin berangkat dari Desa Kubangwungu pada Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka bergabung dengan para nelayan cantrang di seluruh Indonesia.

Sejak berhembusnya larangan kapal cantrang, sedikit demi sedikit, pesanan produk mereka berkurang.

Hingga sejumlah perajin menghentikan produksi.

Seorang perajin , Muchlisin mengaku kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu bakal mematikan perajin tambang.

"Perajin terancam kolaps, padahal kami perajin rumahan. Anak kami mau sekolah, kami mohon kesadaran para pemangku kepentingan," ujarnya.

Ia menceritakan, di Desa Kubangwungu terdapat 4.000 perajin tali cantrang. Modal mereka didapat dari bank dan ada sejumlah perajin mendapatkan dana dari rentenir.

"Dikhawatirkan banyak perajin yang gulung tikar dan terlilit utang bila cantrang tidak boleh lagi digunakan," ungkapnya.

Nelayan kapal cantrang merupakan konsumen utama tambang yang diproduksi di industri rumahan itu. Makanya, tambang tersebut dikenal juga dengan tambang cantrang.

Sementara, Kepala Desa Kubangwungu, Sewa, mengatakan, usaha rumahan tambang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

Sebagian besar masyarakat di desa tersebut bekerja sebagai perajin tambang kapal itu.

"Usaha ini merupakan tulang punggung perekonomian warga sini. Saat ini kondisinya memprihatinkan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved