Abraham Samad Beberkan Perilaku Korup Orang-orang Pintar yang Keblinger

Abraham Samad Beberkan Perilaku Korup Orang-orang Pintar yang Keblinger. Mantan Ketua KPK itu bicara di IAIN Pekalongan, Rabu (17/1/2018) malam.

Abraham Samad Beberkan Perilaku Korup Orang-orang Pintar yang Keblinger
tribunjateng/budi susanto
Abraham Samad Beberkan Perilaku Korup Orang-orang Pintar yang Keblinger. Mantan Ketua KPK itu bicara di IAIN Pekalongan, Rabu (17/1/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Guna menggiatkan semangat anti korupsi, generasi muda harus anti skiptis dan apatis. Hal tersebut disampaikan Abraham Samad mantan Ketua KPK 2011-2015 dalam acara talk show anti korupsi di aula IAIN Pekalongan, Rabu (17/1/2018) malam.

Ia menegaskan generasi muda harus punya jati diri guna melawan korupsi.

"Korupsi adalah prilaku, prilaku yang menyimpang moralitas, bukan saja menyelewengkan uang negara, tapi berbohong dan nyontek saat ujian juga tindakan korupsi," ujarnya.

Dijelasakan Abraham, semua prilaku menyimpang moralitas tidak boleh ada di generasi muda.

"Generasi muda harus menjadi contoh, dan harus memiliki akhlak baik agar prilaku negatif bisa ditekan, selama generasi muda anti skiptis dan apatis saya yakin korupsi bisa diberantas," terangnya.

Abraham menuturkan para tersangka yang berhasil ditangkap KPK merupakan lulusan sarjana yang pintar namun memiliki prilaku menyimpang.

"Sebenarnya mereka bisa membuat negara lebih maju, namun karena moralitas mereka buruk maka melakukan tindak korupsi," katanya.

Menurut Abraham korupsi harus diredam melalui dua langkah, yaitu tindakan represif dengan menangkap pelaku dan memperbaiki sistem lembaga negara yang berpotensi menimbulka tindak korupsi.

"Jika seseorang melakukan tindak korupsi karena tergiur dengan uang negara wajib dihukum seberat-beratnya, mamun jika seseorang melakukan korupsi kerena gaji mereka kecil, itu menjadi tanggung jawab negara," paparnya.

Suami dari Indriana Katika Abraham tersebut berpendapat negara tak mampu membayar tinggi gaji para PNS dan instansi terkait, hal tersebut yang membuat para pegawai melakukan tindak korupsi.

"Kenapa negara tidak kuat membayar gaji layak bagi pegawai, karena uang yang seharusnya dipakai untuk makmurkan rakyat dikorupsi oleh koruptor. Maka dari itu mari giatkan gerakan antikorupsi agar Indonesi lebih maju," pungkasnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved