Fredrich Yunadi Tuduh Basaria Pandjaitan dan Febri Diansyah Beri Keterangan Palsu

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengaku sudah melaporkan Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, ke Bareskrim Polri.

Fredrich Yunadi Tuduh Basaria Pandjaitan dan Febri Diansyah Beri Keterangan Palsu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Fredrich diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus KTP elektronik. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengaku sudah melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan, ke Bareskrim Polri.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus (obstruction of justice) E-KTP Setya Novanto itu berencana melaporkan Basaria bersama Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

"Oh, sudah, sudah (melaporkan Basaria--Red), ke Bareskrim," kata Fredrich di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/1).

Advokat yang kini mendekam di tahanan itu sebelumnya merasa Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, dan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, telah membuat keterangan palsu mengenai dirinya. Hal itu dikatakan Fredrich, seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Selasa (16/1).

"Karena (Basaria dan Febri) memberikan keterangan palsu. Katanya, saya memberikan medical record palsu," kata Fredrich sebelum naik ke mobil tahanan.

Menurut Fredrich, pimpinan dan juru bicara KPK telah memberikan keterangan palsu saat menyampaikan jumpa pers mengenai penetapan tersangka dirinya. Hal itu terkait tuduhan bahwa Fredrich merekayasa data medis kliennya, Setya Novanto.

Saat pemeriksaan di gedung KPK, Fredrich meminta agar pimpinan dan juru bicara yang menyampaikan jumpa pers diperiksa juga oleh penyidik. Namun, penyidik KPK mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dilakukan karena tuduhan Fredrich termasuk dalam pidana umum.

"Penyidik bilang, itu kan ranahnya pidana umum. Kalau begitu, penyidik suruh saya lapor polisi. Pidana umum ranahnya polisi. Segera saya akan instruksikan bikin laporan polisi," kata Fredrich.

Sementara itu, KPK menyatakan siap menghadapi langkah mantan Fredrich Yunadi, yang mengaku telah melaporkan Basaria ke Bareskrim Polri. "Silakan saja. Saya kira sudah disampaikan sejak awal kalau ada upaya-upaya hukum yang dilakukan silakan saja, KPK pasti akan hadapi hal tersebut," kata Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu kemarin.

Febri mengatakan, KPK tidak sembarangan dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan ketika sudah memiliki bukti permulaan yang cukup. KPK menduga Fredrich menghalangi dan merintangi penyidikan kasus E-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"Ketika kami menetapkan seseorang sebagai tersangka, kami sudah punya minimal dua alat bukti bahwa memang ada dugaan kerja sama yang kemudian itu memenuhi ketentuan di Pasal 21 UU Tipikor menghalang-halangi penanganan kasus korupsi, dugaan itulah yang kami proses saat ini tahap penyidikan," ujar Febri.

Jika Fredrich membantah hal itu, lanjut Febri, bisa disampaikan kepada penyidik. Hal itu nanti akan dibuka dan dibuktikan di persidangan. "Dan kami akan buka semuanya termasuk bukti-bukti yang dimiliki oleh KPK," ujar Febri.

Dia mengatakan, KPK memiliki bukti kuat, misalnya bukti visual terkait dengan peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaan tersebut. "Jadi kami sudah tahu siapa yang datang ke RS sebelum kecelakaan itu dan kami juga sudah tahu siapa yang menghubung dokter untuk kemudian melakukan proses pemesanan awal dan kegiatan-kegiatan lain dengan tujuan dugaannya adalah untuk menghalang-halangi penanganan kasus EKTP agar SN (Setya Novanto--Red) tidak jadi diperiksa pada saat itu," ujar Febri.

KPK tak mempermasalahkan jika Fredrich juga menyangkal bukti yang dimiliki KPK. "Kami tidak khawatir dengan hal tersebut. Apapun langkah hukum yang dilakukan, kami tidak perlu khawatir, karena kami yakin dengan bukti yang dimiliki," ujar Febri. (tribunjateng/cetak/kps)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved