Breaking News:

Kesadaran Masyarakat Jateng untuk Membayar Pajak Hanya 68 Persen

Ihwan menjelaskan tahun ini pemerintah menargetkan, pajak dari sektor kendaraan bermotor capai Rp 3,9 triliun

tribunjateng/dina indriani
Sebagian warga kota Semarang yang antri hendak melakukan pembayaran pajak di pelayanan Samsat keliling yang berada di depan E-Plaza Simpanglima, Semarang pada Kamis (18/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengoptimalkan pendapatan melalui sektor pajak, dengan banyaknya pajak yang didapatkan akan berimbas dengan pembangunan infrastruktur sejumlah Kota atau Kabupaten.

Kesadaran masyarakat akan pembayaran pajak di Jateng hanya mencapai 68 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Ihwan Sudrajat menjelaskan pajak merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah. Karena jika semua orang membayar pajak tepat waktu maka akan mempercepat kemajuan suatu daerah.

"Kesadaran membayar pajak di Jateng belum begitu menggembirakan, karena masih banyak masyarakat khususnya pengguna sepeda motor yang mangkir untuk bayar pajak tepat waktu. Secara umum kesadaran masyarakat Jateng membayar pajak baru 68 persen masih kalah dengan provinsi lain yang lebih tertib dalam membayar pajak," Kata Ihwan Pada Kamis (18/1/2018).

Pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat cepat, tentunya cukup menggembirakan karena pajak yang akan didapatkan semakin banyak namun beberapa daerah masih belum taat akan membayar pajak kendaraan bermotor.

Jumlah kendaraan bermotor di Jateng mencapai 15 juta unit tiap tahun terus tumbuh sekitar 1 juta unit, ini tentunya bagus jika masyarakat sadar akan membayar pajak Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin bertambah.

"Realisasi pajak yang didapatkan dari kendaraan bermotor sudah melampaui target yakni 104 persen atau Rp 3,84 triliun setelah target yang dicanangkan pemerintah untuk pajak kendaraan bermotor diangka Rp 3,7 triliun. Namun jika dibandingkan dengan target sebelumnya, hanya Rp 3,4 triliun lalu dinaikkan pada pertengahan tahun menjadi Rp 3,7 triliun dan dapat terealisasi dengan penuh," ujarnya.

Ihwan menjelaskan tahun ini pemerintah menargetkan, pajak dari sektor kendaraan bermotor capai Rp 3,9 triliun.

"Target dirasa cukup berat, namun Pemerintah Provinsi Jateng optimis akan tercapai seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin maju," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved