Breaking News:

Puluhan Anggota Polda Jateng Ditugaskan Memantau Medsos dan Website Antisipasi SARA

Lukas menjelaskan bahwa cara kerja Satgas ini adalah dengan menelusuri mesin pencarian internet.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: suharno
Tribun Jateng/akbar hari murti
Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai sedang mengecek tim satgas anti black campaign di TMC Mako 2 Polresta Solo, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng) memiliki 30 personel yang bertugas untuk menumpas kampanye hitam selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Para personel ini termasuk jajaran Tim Satgas Anti Black Campaign milik Polda Jateng.

Direktur Reserse Kriminal Kusus (Direskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari menyebutkan bahwa Satgas ini meliputi dari berbagai Direktorat.

"30 personel ini meliputi dari Direktorat Intel, Krimsus (Kriminal khusus), Bidang Humas, dan Binmas (Pembinaan Masyarakat). Jadi ada empat direktorat yang terlibat," kata Kombes Pol Lukas kepada Tribunjateng.com, Kamis (18/1/2018).

Baca: Lagi Asyik Begituan, Belasan Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia di Bandungan

Menurutnya, Satgas ini diperuntukan untuk melakukan patroli cyber atau digital.

Lukas menjelaskan bahwa cara kerja Satgas ini adalah dengan menelusuri mesin pencarian internet (search engine) terhadap situs-situs yang berpotensi melakukan ujaran kebencian dan SARA.

Dalam hal ini, Lukas mengaku telah mengantongi beberapa situs yang diketahui kerap mengunggah ujaran kebencian.

Meski begitu, pihaknya belum bisa menyebutkan situs-situs tersebut lantaran hingga sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi kampanye hitam, terutama soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng.

"Sejauh ini belum ditemukan. Pihak kami pun sudah masuk ke sejumlah grup-grup pada sosial media tertentu. Hal ini dilakukan agar bisa memantau dari dalam," jelasnya.

Baca: Orang Ini Kirim Ancaman Melalui Twitter akan Membunuh Presiden Jokowi. Polresta Solo Memburunya

Lukas menghimbau agar masyarakat turut andil juga dalam memberantas kampanye hitam melalui internet, terutama lewat sosial media.

"Masyarakat bisa ikut juga membantu pihak kami dengan memberikan hastag # satgasantiblackcampaignjateng," tambah Lukas.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved