Harga Beras
Babinsa Kawal Petani
Babinsa Koramil 10/Guntur Kodim 0716/Demak Kopka Mulyadi mengungkapkan saat ia dan anggota melakukan pendampingan pertanian
Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Babinsa Koramil 10/Guntur Kodim 0716/Demak Kopka Mulyadi mengungkapkan saat ia dan anggota melakukan pendampingan pertanian dengan para petani Babinsa.
Menurutnya padi merupakan komoditi tanaman pangan yang memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan.
Selain itu, industri dalam negeri yang setiap tahunnya meningkat, seiring dengan pertambahan penduduk, dan berkembangnya industri pangan dan pakan, sehingga ketahanan pangan nasional memiliki fungsi yang penting.
"Kita juga perlu terus mendukung industri pertanian ini, karena kami Babinsa ini bisa berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukatif, organisator, dan juga dinamisator melalui pengawalan dan pendampingan kegiatan Upaya Khusus (Upaya) dalam peningkatan produksi padi dalam pencapaian swasembada pangan," katanya Kamis (18/1).
Ia juga menyatakan, banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi, salah satunya pengawalan dan pendampingan tersebut.
"Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) ini terdiri dari Koramil 10 Guntur. Kami selalu berupaya melaksanakan Upsus pendampingan petani," jelasnya.
Ia berharap bila Babinsa dan TNI melakukan pengawalan dan pendampingan, hasil produksi para petani akan meningkat.
"Sehingga petani semangat, dan bisa maksimal dalam memproduksi padi, oleh karena itu nantinya tidak akan ada impor beras, karena di wilayah kita dan negara ini, sudah swasembada beras," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, bila nantinya terjadi impor beras, maka harga beras di Indonesia akan jatuh, petani pun akan kesusahan.
"Jika pemerintah melakukan impor beras, bersamaan dengan panen raya, maka pemerintah benar-benar merugikan petani," katanya.
Dalam pelaksanakan Upsus pendampingan pertanian panen padi milik Bukhori (60) dari kelompok tani SAE, Desa Turi Tempel, Guntur dengan luas 1 hektare itu, jenis padi Ciherang mampu dipanen dengan hasil yang memuaskan, yakni sekitar 8,4 ton.
Anggota kelompok tani SAE, salah satu kelompok tani Desa Turi, yakni Sengari (52) senang dengan adanya Babinsa di Desa Turi Tempel, kelompok tani SAE. Selain membantu para petani di saat panen, Babinsa juga memberi semangat para petani saat berkerja.
"Jadi kehadiran Babinsa desa sangat di harapkan, Babinsa juga bisa menjaga ketertiban di desa kami," ujarnya.
Sengari berharap pemerintah jangan sampai pemerintah mengimpor beras, karena kalau pemerintah mengimpor beras, maka sama juga akan merugikan petani.
"Empat bulan sudah kami lakukan tanam, dan kondisinya hampir panen. Jangan sampai pemerintah malah berencana impor beras. Apa enggak merugikan petani. Di MT (Musim Tanam) I, tahun 2018 untuk Desa Turi Tempel ini cukup bagus dan memuaskan, serta tepat waktu, karena panen bisa dilakukan pada bulan Januari. Semoga saat panen ini, beras impor tidak jadi masuk," harapnya. (tribunjateng/hei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/babinsa-demak-kawal-petani_20180119_093229.jpg)