Breaking News:

Bangunan Permanen Pertama di Deplongan Getasan Tergerus Longsor, Mbah Sopiyah Mengungsi

Bangunan Permanen Pertama di dusun Deplongan Getasan Kabupaten Semarang Tergerus Longsor, Mbah Sopiyah Mengungsi

Penulis: ponco wiyono | Editor: iswidodo
tribunjateng/ponco wiyono
Warga bergotong royong memperbaiki bagian belakang rumah Mbah Sopiyah yang kena longsor di Dusun Deplongan Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, pada Jumat (19/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Semarang sepanjang hari Kamis (19/1/2018) kemarin membuat talut rumah Mbak Sopiyah (73), warga Dusun Deplongan Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang terkena longsor.

Perempuan yang tinggal sendiri itu pun terpaksa harus mengungsi lantaran longsor yang sudah memakan sebagian halaman belakang rumah itu masih berpotensi terjadi lagi.

Pada Jumat (19/1/2018), warga setempat bergotong royong untuk memperbaiki posisi talud tersebut. Menurut Kepala Dusun Deplongan, Samsudin, hujan deras terjadi sejak selepas luhur hingga maghrib.

"Kondisi rumah Mbak Sopiyah memang sudah tua karena bangunan ini merupakan bangunan permanen pertama di dusun ini. Ditambah lagi air hujan yang seharusnya mengalir lewat drainase justru masuk ke bawah beton talud," jelas Samsudin.

Warga bergotong royong memperbaiki bagian belakang rumah Mbah Sopiyah yang kena longsor di Dusun Deplongan Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, pada Jumat (19/1/2018).
Warga bergotong royong memperbaiki bagian belakang rumah Mbah Sopiyah yang kena longsor di Dusun Deplongan Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, pada Jumat (19/1/2018). (tribunjateng/ponco wiyono)

Dikatakan, talut yang longsor berketinggian tiga meter dan lebar 10 meter. Warga saat ini sedang memasang pancang bambu dan menutup bekas longsor dengan terpal agar tak kemasukan air saat hujan turun.

Mbah Sopiyah merupakan janda yang dalam sehari-hari menghidupi diri dengan berjualan makanan ringan.

Saat peristiwa berlangsung, Mbah Sopiyah mengaku sedang nonton televisi.

"Saya kira ada gluduk karena suaranya lumayan keras, kemudian seorang tetangga bilang saya jangan keluar dari pintu samping dulu, alasannya talud rumah ambrol," ujarnya.

Saat ini Mbah Sopiyah tinggal untuk sementara di rumah anaknya, Siti Aisyah (43) di dusun lain. Tidak ada korban jiwa dalam longsor di rumah Mbah Sopiyah, sementara kerugian materiil belum bisa ditaksir. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved