Curi Handphone Tetapi Pelaku Tidak Mematikan Teleponya. Begini Kejadian yang Menimpanya

Kejadian tersebut, katanya, terjadi pada akhir Desember 2017 lalu. Saat itu, korban mengetahui rumahnya diacak-acak.

Curi Handphone Tetapi Pelaku Tidak Mematikan Teleponya. Begini Kejadian yang Menimpanya
bbc
Para hakim di Jerman dilarang menggunakan telepon genggam saat memimpin sidang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pria berinisial MS alias Sapok (29) harus berurusan dengan polisi.

Pria yang bekerja serabutan ini nekat mencuri empat telepon pintar.

Kapolsek Jekulo (Polres Kudus), AKP Subakri mengatakan, empat telepon genggam itu dicuri dari rumah milik Ismawati, warga Desa Kalaling RT 1 RW 3, kecamatan Jekulo, yang merupakan tetangga pelaku.

"Pelaku tidak mematikan hape, sehingga aktifitasnya terlacak melalui GPS (Global Positioning System)," kata Subakri, Jumat (19/1/2018).

Baca: Bupati Kudus Kumpulkan Kepala Desa dan Kepala Sekolah. Begini yang Dikatakannya

Kejadian tersebut, katanya, terjadi pada akhir Desember 2017 lalu. Saat itu, korban mengetahui rumahnya diacak-acak setelah ditinggal pergi.

Pelaku masuk rumah diperkirakan pada pukul 04.00 WIB dan mengambil empat telepon pintar.

"Setelah mencuri, dia tidak mematikan GPS. Pelaku berkeliaran di Taman Bumi Wangi Jekulo. Selain itu pelaku juga menjual hasil curiannya itu melalui facebook," katanya.

Pelaku berhasil ditangkap, Kamis (18/1/2018).

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved