Piala Presiden 2018
Hadapi Bhayangkara FC, Subangkit Tak Mau Ambil Resiko Ini
Headcoach PSIS Semarang, Subangkit, nampaknya tak ingin mengambil resiko dengan langsung memasukkan dua pemain asing sekaligus
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM - Headcoach PSIS Semarang, Subangkit, nampaknya tak ingin mengambil resiko dengan langsung memasukkan dua pemain asing sekaligus menjadi starter.
Saat timnya PSIS Semarang menghadapi Bhayangkara FC besok (20/1/2018) di babak penyisihan Piala Presiden.
Dua pemain asing yang baru bergabung bersama tim, yakni Nemanja Vidakovic dan Reo Nakamura yang baru berlatih bersama tim Jumat pagi, dirasa masih perlu adaptasi dalam permainan tim.
Belajar dari pengalaman, saat PSIS menjamu Arema di Stadion H Moch Soebroto beberapa waktu lalu, empat pemain asing yang langsung diturunkan justru membuat PSIS bermain di bawah performa terbaiknya,.
Pasalnya pemain-pemain tersebut baru menjalani sekali latihan dan langsung dimainkan.
"Saya belum tahu kemampuan terakhir keduanya. Kalau untuk Nemanja, dia terakhir main di Bali United pas ISC 2016. Dan di tahun 2017 dia hanya bermain sampai Maret. Artinya kan kondisi fisiknya juga saya belum tahu seperti apa," kata Subangkit.
"Yang jelas saya tidak mau ambil resiko menurunkan keduanya di line up. Kami akan turun dengan kekuatan sendiri, dengan tim yang selama ini sama-sama berlatih. Walau hanya bermain dengan dua pemain asing," imbuhnya.
Sementara itu, menurut Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho berharap, Petar Planic cs bisa bermain normal saat bertemu tim berstatus juara.
"Saya kira melawan Bhayangkara pemain harus main lepas sama seperti saat melawan Bali United. Dan yang jelas anak-anak harus tetap waspada, karena meskipun mereka ditinggal beberapa pemain utama musim lalu, tapi mereka bergerak cepat mendatangkan pemain pemain berkualitas."
"Yang penting anak-anak tidak merasa terbeban. Anak-anak juga harus yakin dengan kemampuan sendiri. Saya lihat kualitas mereka juga bagus, punya kecepatan, fisik. Tinggal mental dan jam terbang saja yang masih perlu ditingkatkan," kata Agung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/psis-semarang_20180119_204445.jpg)