Ketua DPRD Kota Semarang Menilai Persiapan Pemindahan Bus dari Terboyo Tidak Matang

Bahkan, saat ini bus kembali diizinkan kembali menempati sementara Terminal Terboyo usai diprotes ratusan awak bus.

Ketua DPRD Kota Semarang Menilai Persiapan Pemindahan Bus dari Terboyo Tidak Matang
tribunjateng/bakti buwono/ist
Suasana hari pertama pengalihan bus-bus di Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron. Dishub Jateng mengatur lalu lintas bus AKDP di terminal Penggaron, Senin (15/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemindahan bus angkutan kota dalam provinsi (AKAP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) dari terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron berulangkali gagal.

Bahkan, saat ini bus kembali diizinkan kembali menempati sementara Terminal Terboyo usai diprotes ratusan awak bus.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak menyiapkan pemindahan tersebut secara matang sehingga berulangkali batal.

"Dishub seharusnya konsisten dalam menentukan kebijakan. Artinya pemindahan terminal ini seharusnya dipersiapkan secara matang. Termasuk dilakukan penataan secara berkelanjutan. Tidak hanya asal memindah terminal," katanya, Jumat (19/1/2018).

Supriyadi menilai, pemindahan bus dan penataan terminal Terboyo sejauh ini terkesan tidak serius. Hal itu justru memunculkan terminal bayangan di sejumlah titik di ruas jalan menuju ke dua terminal yang menjadi penempatan bus.

Seharusnya, lanjutnya, sebelum dilakukan pemindahan harus dikaji terlebih dahulu mengenai dampak yang ditimbulkan khususnya dampak lalu lintas. Sehingga, tidak menimbulkan kemacetan baru yang justru memperparah kondisi lalu lintas di Kota Semarang.

"Kan nyatanya muncul terminal bayangan di Krapyak dan titik-titik lain. Harusnya itu sudah diantisipasi dan dicari solusinya sebelum pemindahan," ucapnya.

Di sisi lain, pemindahan bus juga tidak melihat kondisi terminal yang ketempatan limpahan bus dari Terboyo. Ia mencontohkan kondisi Terminal Mangkang yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar oleh Kementerian Perhubungan yang sepi bus dan penumpang.

"Harusnya pemindahan bus dikaji secara mendalam, sehingga tidak menimbulkan polemik. PKL juga sebetulnya juga tidak menolak adanya pemindahan, tetapi seharusnya infrastruktur tempat relokasi disiapkan terlebih dahulu. Kondisi saat ini, antara Terminal Penggaron dan Mangkang belum siap semua," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved