Video Porno Pelajar SMP dan SMK di Pringapus Salah Siapa?

Video porno yang dibuat oleh pelajar dari Pringapus membuat masyarakat Kabupaten Semarang terkejut.

Video Porno Pelajar  SMP dan SMK di Pringapus Salah Siapa?
tribunjateng/amanda
PEMERAN Cowok Video Mesum Pringapus masih Berseragam SMP Tampak Agresif. Polres Semarang mengusut kasus ini dan segera panggil orangtuanya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Video porno yang dibuat oleh pelajar dari Pringapus membuat masyarakat Kabupaten Semarang terkejut.

Hal tersebut karena masyarakat menganggap perbuatan tersebut akibat kurangnya kontrol sekolah dan orang tua, serta minimnya pendidikan akhlak dan sopan santun.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Aisyah Nurul Hidayati, mengatakan prihatin beredarmya video mesum oleh pelajar sekolah menengah ini.

Adanya anak di bawah umur yang sudah berhubungan badan karena kurangnya pendidikan dan pengawasan sekolah dan orang tua.

"Kalau sudah seperti ini jangan saling menyalahkan, itu kesalahan kita bersama karena kurang memberikan pendidikan akhlak, norma, dan sopan santun. Serta kurang mengawasi anak-anak kita," ujar Aisyah pada Jumat (19/1/2018).

Menurut politisi PKS, masih banyaknya orang tua yang tidak mendamping anak-anak saat menonton televisi dan berselancar di internet.

Hal tersebut membuat peluang anak-anak leluasa mengakses konten pornografi. Apalagi di era sekarang, anak-anak di bawah usia sepuluh tahun telah dibekali ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengakses internet.

Apalagi anak-anak masa kini yang tanpa perlu dibimbing atau didampingi orang dewasa atau orang tua.

"Padahal tidak menutup kemungkinan ada konten dewasa, anak mencari tahu tanpa didampingi orang tua dan guru," imbuhnya.

Guru sekolah pun harus terus berperan aktif mengingatkan anak didiknya perihal norma, etika dan akhlak.

Tanggung jawab tersebut tidak hanya guru agama saja yang harus mengingatkan. Guru lain seperti pelajaran Biologi dan Bimbingan Konseling juga perlu mengingatkan perihal kesehatan reproduksi remaja dan tanggung jawab saat pubertas.

"Hal tersebut dilakukan agar anak-anak tahu sebab akibatnya dan menghindari perbuatan ini," pungkasnya.
(*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved