Breaking News:

Bawaslu Jateng Harapkan Laporan Masyarakat Mendominasi

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Fajar Saka mendorong pengawasan langsung dari masyarakat dalam pelaksanaan Pilgub maupun Pilbup

TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Saka (kanan) didampingi Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan saat berkunjung ke Kantor Panwaskab Kudus, Minggu (21/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Fajar Saka mendorong pengawasan langsung dari masyarakat dalam pelaksanaan Pilgub maupun Pilbup.

Pasalnya, selama ini indikasi pelanggaran dalam kontestasi demokrasi hanya sekadar menjadi temuan dari petugas pengawas baik dari tingkat desa, sampai kabupaten.

“Kalau melihat data pemilu terakhir memang lebih banyak temuan. Artinya kalau temuan itu kerja-kerja jajaran pengawas. Lha ini sedang kamii dorong supaya nanti laporan juga meningkat. Tidak hanya mengandalkan kerja-kerja pengawas tapi juga mengandalkan masyarakat,” kata Fajar Saka saat bertandang ke Kantor Panwaskab Kudus, Minggu (21/1/2018).

Dia berujar, pihaknya berharap semua pemilih bisa menjadi pengawas. Minimal mengawasi suaranya sendiri.  

“Kan sederhana sebenarnya. Kita nyoblos di tps kita kemudian ikut mengawasi suaranya. Kita ikut melihat proses tutup kotak suara itu sebenarnya kegiatan pengawasan. Itu yang sedang kita dorong jadi menyadarkan pemilih sebenarnya mereka semuanya itu pengawas,” katanya.

Di antara temuan yang saat ini telah ditindaklanjuti yaitu adanya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang terindikasi sebagai anggota partai politik.

Pihaknya pun memberikan saran perbaikan kepada Panwaskab untuk melayangkan rekomendasi kepada KPU.

Dia berharap, kinerja pengawasan semakin diperketat, tidak terkecuali di Kudus.

Selain pemilihan gubernur-wakil gubernur, Kudus juga menggelar pemilihan bupati-wakil bupati.

 “Makanya kami cek teman-teman Panwas hadapi kegiatan besar Pilgub dan Pilbup. Karena memag di Kudus ini kan istimewa. Teman-teman menyelenggarakan kegiatan yang sama besar dan penting," katanya.

Menurutnya kegatan yang penting di Kudus itu adalah coklit, persiapan verifikasi faktual partai politik pascakeputusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta menghadapi verifikasi faktual calon perseorangan.

"Semua melibatkan banyak orang," ujarnya.

Wahibul Minan, Ketua Panwaskab Kudus mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak masukan dari Bawaslu Jateng. Misalnya saran perbaikan bila terdapat PPK yang terindikasi partai politik.

“Kami etrus koordinasi dengan Bawaslu Jateng. Masukan-masukan terus kami terima setiap koordinasi. Misal jika ada PPK yang terindikasi partai politik itu disarankan diganti,” katanya.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved