Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bersama TNI, Lumbung Banyu Bumi Ingin Wujudkan Petani Makmur

Lebih lanjut ia juga menyatakan, bahwa seringkali petani mengalami gagal panen dan tidak mampu mencapai target pasokan beras.

Penulis: hesty imaniar | Editor: suharno
Bersama TNI, Lumbung Banyu Wujudkan Petani Makmur 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sektor pertanian mempunyai peranan strategis, dalam struktur pembangunan perekonomian nasional.

Pembangunan pertanian di Indonesia, dianggap penting untuk pembangunan nasional.

Jika bicara pertanian, pangan, lalu bicara Sola kehidupan, kata Direktur Lumbung Banyu Bumi, Satriyo Seno Surono, seusai penandatangan MoU nota kesepahaman tata kelola budidaya pertanian Demak, di Aula Kodim 0716 Demak, Minggu (21/1/2018) potensi pertanian di Indonesia sangat besar.

"Potensi pertanian di Indonesia sangat besar, namun hingga kini, ebagian besar petani masih banyak yang termasuk golongan miskin," katanya.

Baca: Panwas Minta Kepada KPU Untuk Mewaspadai Adanya Pemilih Hantu

Lebih lanjut ia juga menyatakan, bahwa seringkali petani mengalami gagal panen dan tidak mampu mencapai target pasokan beras yang dicanangkan pemerintah.

"Program ini dimulai dari dari mapping wilayah, ketersediaan lahan, keluhan petani, kondisi alam serta karakter petani yang selalu ingin instan. Disinilah peran penting TNI dalam melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap petani, maka dengan adanya kerjasama ini, diharapkan mampu mengangkat produktivitas pertanian khususnya di wilayah Demak," bebernya.

Di bawah Bendera Lumbung Banyu Bumi yang dipimpinnya, Satriyo, dimana ia berharap adanya sinergitas TNI khususnya Kodim 0716 Demak, sehingga mampu menjawab kegelisahan petani terhadap rendahnya kualitas hasil tani.

Semua hal tersebut harus dapat berjalan berdampingan dan seimbang, lanjutnya, apabila muncul ketidakseimbangan maka yang terjadi seperti kondisi kehidupan alam saat ini

"Dimana mata rantai kehidupan beberapa sektor ada yang terputus sehingga membawa dampak sektor pertanian terhadap kegagalan pola bertani. Untuk itu, kami hadir dengan memberikan solusi terhadap semua yang menjadi pokok permasalahan bertani, dimaan yang kami kemas dalam sebuah perusahaan profesional untuk membangun sistem manajemen terhadap tata kelola bertani cerdas dan berkualitas," jelasnya.

Komandan Kodim 0716 Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto, mengatakan, sesuai dengan UU 34 tahun 2004, bahwa tugas pokok TNI adalah operasi milter untuk perang dan kedaulatan negara termasuk menjaga ketahanan pangan.

"Kami melakukan ketahanan semesta, dengan memepertahankan ketahanan pangan di wilayah Demak sebagai bagian dari wilayah negara Indonesia," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved