Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Besar UNS Solo Temukan Cara Atasi Stress Pada Ibu Hamil dan Menjelang Persalinan

Menurutnya intervensi psikokuratif terdiri atas dukungan kognitif, sosial, spiritual dan fisik, yang dapat menurunkan intrnsitas stres

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/akbar hari murti
Soetrisno, saat memaparkan tentang penelitiannya di jumpa pers di Ikan Goreng Cianjur, Solo, Senin (22/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Prof Soetrisno, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menemukan cara mengatasi stress pada ibu hamil dan menjelang kehamilan. Atas penemuan itu Soetrisno menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran UNS ke-38 dan Guru Besar UNS ke-190.

Soetrisno memaparkan cara mengatasi stress pada ibu hamil hingga menjelang persalinan adalah dengan cara intervensi Psikokuratif. Cara ini disebutnya mampu mengurangi tingkat stress ibu hamil.

Ia memaparkan, Psikokuratif adalah upaya pengobatan yang diciptakan dengan tujuan meyakinkan bila seseorang memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyesuaikan diri pada kondisi dan situasi kejiwaan mereka.

"Dengan cara itu, kita bisa membagun hubungan harmonis dan integral untuk meningkatkan stabilitas psikologis dan kemampuan hidup, termasuk kepada ibu hamil," jelasnya pada jumpa pers di Ikan Goreng Cianjur Resto, Solo, Senin (22/1/2018).

Menurutnya intervensi psikokuratif terdiri atas dukungan kognitif, sosial, spiritual dan fisik, yang dapat menurunkan intrnsitas stres.

"Pada intinya membuat ibu-ibu hamil menjadi kuat secara spiritual, fisik hingga kejiwaannya agar stresnya hilang. Bahkan, bisa merubah kondisi distress (stress yang bersifat negatif) menjari eustress (stress yang bersifat positif)," ujarnya.

Soetrisno menyebut baik distress maupun eustress adalah buah dari stress itu sendiri. Menurutnya contoh distress adalah merasa terbebani akan kondisi kandungannya. Lewat intervensi psikokuratif ini, bisa merubah distress menjadi eustress.

"Contohnya merubah perasaan terbebani menjadi menikmati tantangan menjadi seorang ibu, dan termotivasi dengan kondisi hamilnya," paparnya.

Ia pun menjelaskan, alasan dirinya meneliti hal ini adalah karena dirinya miris angka kematian ibu hamil di Indonesia masih sangat tinggi di Asia. Menurutnya kematian ibu juga disebabkan stress yang tak kunjung diobati.

Soetrisno memaparkan penelitiannya dilakukan pada pertengahan 2017 lalu selama 7 bulan. Dirinya membutuhkan lebih dari 20 sampel ibu-ibu hamil di Solo terkait psikokuratif tersebut.

"Hasil dari penelitiam ini, pemberian psikokuratif pada ibu hamil khususnya pada kehamilan pertama memberi efek penurunan intensitas stress kehamilan dan persalinan, sekaligus meningkatkan terjadinya kelahiran normal," ungkapnya.

Selain itu, dalam penelitian yang dilakukannya, ia memaparkan terjadi pengaruh besar pada kondisi biologis ibu hamil.

"Di antaranya serum darah perifer yang memperngaruhi otot rahim menjadi lebih kuat untuk melahirkan secara normal. Jadi ini sangat layak diterapkan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan," ungkap dia.

Kepala Humas UNS Andre Rahmanto menambahkan dengan dikukuhkannya Soetrisno menjadi Guru Besar baru di UNS dapat membuat UNS semakin berdaya saing di Indonesia.

"Apa yang diteliti olehnya merupakan sebuah karya penting untuk dunia kedokteran di Indonesia," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved