Pemkot Semarang Akan Bangun Gedung Parkir Lima Lantai Bawah Tanah di Kawasan Simpang Lima

Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang akan membangun bagian bawah lapangan Simpanglima menjadi sebuah gedung parkir dengan lima lantai.

Pemkot Semarang Akan Bangun Gedung Parkir Lima Lantai Bawah Tanah di Kawasan Simpang Lima
m zaenal arifin
Sekretaris Distaru Kota Semarang, Irwansyah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan segera menata kawasan Simpanglima Kota Semarang. Kondisinya yang merupakan ikon di tengah kota, saat ini tidak lepas dari kemacetan lalu lintas dan kesemrawutan parkir kendaraan.

Untuk itu, Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang akan membangun bagian bawah lapangan Simpanglima menjadi sebuah gedung parkir dengan lima lantai. Di samping itu, juga akan dikembangkan area untuk ruang perekonomian.

"Simpanglima nantinya tetap sebagai ruang publik dan beraktivitas masyarakat. Hanya akan kami tata lebih baik dan lebih cantik. Karena problem di sana itu banyak, mulai kemacetan, kumuh, banjir. Itu semua akan diselesaikan," kata Sekretaris Distaru Kota Semarang, Irwansyah, Senin (22/1/2018).

Saat ini, prosesnya baru perencanaan. Irwansyah mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kerangka acuan kerja (KAK) pembangunan tersebut untuk didaftarkan ke unit layanan pengadaan (ULP) tentang pengerjaan detail enginering design (DED).

Untuk pembuatan DED itu, Distaru menganggarkan Rp 1,7 miliar. Diharapkan, item pembuatan DED sudah masuk lelang pada pekan ini.

"Semoga lelang pembuatan DED lancar. Nanti prosesnya sampai 8 bulan atau akhir tahun. Kemudian 2019 pembangunan akan mulai dengan anggaran multiyears antara dua sampai tiga tahun," paparnya.

Lebih lanjut Irwansyah menerangkan, selain pembangunan gedung parkir lima lantai, kawasan Simpanglima juga akan dibuat jalan bawah tanah atau underpass. Ada empat pintu masuk underpass tersebut yaitu dari Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, Jalan Gajahmada dan Jalan A Yani.

"Nanti sistem bangunannya superblock, artinya semua bangunan menyatu yang di bawah Simpanglima dengan di atas. Sehingga aktivitas menjadi satu juga. Kendaraan juga, bisa lewat jalan atas dan yang di bawah yaitu underpass," jelasnya.

Bagaimana dengan pusat kuliner di Simpanglima, Irwansyah mengatakan, para PKL nantinya juga akan dibuatkan tempat di bawah tanah. Untuk semakin meningkatkan ekonomi, direncanakan juha akan dibangun mal bawah tanah.

Penataan kawasan Simpanglima dilakukan agar lokasi itu lebih rapi dan tertata. Sebab selama ini, menurutnya, kawasan itu terlihat kumuh, macet dan sering banjir.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membenarkan jika Pemkot Semarang memang berencana menata kawasan Simpanglima. Menurutnya, kawasan yang merupakan ikon Kota Semarang itu bukan lagi kawasan emas melainkan kawasan berlian.

"Simpanglima itu ikon Kota Semarang. Namun sampai saat ini masih banyak problem disana. Jadi kami akan berupaya melakukan penataan," kata Hendi, sapaannya.

Penataan kawasan Simpanglima, kata Hendi, dikarenakan pesoalan kemacetan yang tiap hari makin tumbuh di lokasi tersebut. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya yang solutif dari Pemerintah.

"Kami belum mengambil kebijakan kira-kira Simpanglima nanti dibuat bagaimana. Ada yang bilang dibangun lima lantai ke bawah, itu silakan. Tapi perlu dilakukan pengkajian dulu," tandasnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved