Wali Kota Semarang Minta Siswa-Siswi Ikut Perangi Bullying. Begini Caranya

Dia pun memberikan contoh bagaimana sebuah ejekan fisik dapat dikatakan sebuah perlakuan membully.

Wali Kota Semarang Minta Siswa-Siswi Ikut Perangi Bullying. Begini Caranya
ISTIMEWA
Pemkot Semarang meresmikan pusat terapi bernama Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) itu di Jalan Simongan Raya No 49, Jumat (15/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) kembali membahas perihal bullying.

Dia menegaskan bahwa cara agar terlihat hebat dari yang lain bukanlah dengan melakukan bully.

"Hari ini kompetisinya adalah dengan prestasi akademis dan non akademis, bukan lagi zamannya ingin terlihat lebih hebat dari yang lain dengan cara membully," tegas Hendi dalam kegiatan roadshow ke SMPN 11, Gajah Mungkur, Kota Semarang, Senin (22/1/2018) pagi.

Baca: Wali Kota Semarang Berkomitmen Menggratiskan Pendidikan di SD Hingga SMP

Dia pun memberikan contoh bagaimana sebuah ejekan fisik dapat dikatakan sebuah perlakuan membully.

"Misal kamu nanya temenmu, 'kamu belum sunat ya? Kok pendek,' itu bisa dituntut. Maka segera laporkan jika ada perilaku buying di sekitar kalian," sambungnya.

Sebagai wadah pelaporan dan konseling terkait bullying, Pemerintah Kota Semarang menyediakan Fasilitas RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental) dan Program Geber Septi (Gerakan Bersama Sekolah Semarang Peduli dan Tanggap Bullying) di Jalan Simongan, Kota Semarang.(*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved